Menyongsong HUT ke-80 RI: Zakat, Unified System dan Kemerdekaan Kaum Mustadhafin

Kamis, 07 Agustus 2025 - 20:18 WIB
loading...
A A A
Di bidang kesehatan, ada Rumah Sehat BAZNAS (RSB), yang memberikan pelayanan medis gratis bagi mereka yang kurang beruntung. RSB adalah upaya kuratif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat miskin. Dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat, juga ada program sanitasi yang layak melalui sarana dan prasarana air bersih, toilet sehat dan tempat sampah. Sanitasi yang layak merupakan kebutuhan masyarakat dalam upaya pencegahan agar tingkat kesehatan masyarakat tidak menurun.

Di bidang pendidikan, ada beragam program pembiayaan seperti Beasiswa Cendekia BAZNAS, beasiswa santri, beasiswa khusus disabilitas, daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta komunitas adat. Ini untuk membantu anak-anak yang kurang mampu agar mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Di usia ke-80 kemerdekaan Indonesia, ironi kemiskinan, ketimpangan pendidikan, dan keterbatasan akses kesehatan masih menjadi tantangan besar. Dalam konteks ini, zakat tidak boleh menjadi ritual kapitalistik-profan yang bertujuan profit, melainkan harus menjadi gerakan filantropi transformatif yang mengusung tiga agenda utama: humanisasi, liberasi, dan transendensi, seperti dirumuskan Kuntowijoyo dalam konsep ilmu sosial profetik. Sekaligus menjawab seruan Ali Syariati dalam untuk pembebasan kaum mustadhafin dari belenggu struktural (Kariri, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Maret 2023).

Pertama, humanisasi—zakat harus memanusiakan mustahik dengan menghilangkan stigmatisasi sebagai "penerima pasif". Program seperti BAZNAS Microfinance dan Lumbung Pangan sudah tepat, tetapi perlu diperkuat dengan pendidikan kritis yang membangkitkan kesadaran akan hak-hak ekonomi dan sosial. Kedua, liberasi—zakat harus menjadi alat dekonstruksi sistem yang timpang. Potensi Rp327 triliun zakat per tahun (BAZNAS, 2024) harus dikelola melalui unified system yang transparan dan profesional, sehingga dana tidak hanya menempel di permukaan, tetapi membongkar akar kemiskinan seperti akses tanah, modal, dan kebijakan yang tidak adil. Ketiga, transendensi—zakat harus mengembalikan martabat kaum mustadhafin sebagai subjek, bukan objek belas kasihan, dengan menjadikan mereka pelaku aktif perubahan.

Ali Syariati mengingatkan: kemerdekaan sejati bukanlah sekadar bebas dari penjajah, tetapi bebas dari penindasan sistemik. Karena itu, zakat harus bergerak melampaui charity, menjadi gerakan pembebasan yang menuntut: (1) reformasi kebijakan—di mana unified system tidak hanya di atas kertas, tetapi dijalankan dan didukung oleh BAZNAS dan LAZ dengan pengawasan ketat dan partisipasi masyarakat; (2) pendidikan emansipatoris—beasiswa BAZNAS harus disertai pelatihan keterampilan dan kesadaran kritis; (3) kemandirian kolektif—program seperti ZCoffee atau ZChicken harus dikembangkan menjadi koperasi mustahik yang menguasai rantai produksi hingga pemasaran.

Di usia 80 tahun Indonesia, zakat adalah ujian nyata yang tidak boleh hanya berkutat pada retorika, tapi berani menjadikannya senjata resolusi sosial. Agar kemerdekaan tidak hanya menjadi ilusi bagi kaum mustadhafin, maka zakat harus terus bergerak mengantarkan mereka ke pintu gerbang kemakmuran Indonesia.
(aik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lazisnu-Baznas Siap...
Lazisnu-Baznas Siap Berdayakan 200 UMKM di 4 Daerah Rentan Kemiskinan
Baznas RI Ajak Mahasiswa...
Baznas RI Ajak Mahasiswa UIN Sunan Kudus Jadi Penggerak Zakat
Dharma Jaya Partisipasi...
Dharma Jaya Partisipasi Program Bedah Rumah Baznas Bazis DKI
Gelar Dapur Rakyat Ramadan,...
Gelar Dapur Rakyat Ramadan, Baznas Bazis Jakarta Sajikan 10.000 Porsi Makanan
Ramadan, Baznas Gelar...
Ramadan, Baznas Gelar Pesantren Jalan Cahaya di 11 Provinsi
Baznas RI Salurkan Bantuan...
Baznas RI Salurkan Bantuan bagi 142.079 Korban Banjir Sumatera
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Rekomendasi
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved