Wacana Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, AHY: Saya Pelajari Dulu
Minggu, 27 Juli 2025 - 16:21 WIB
loading...
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku akan mempelajari rencana pembangunan kereta gantung di Rinjani. Foto/SIndoNews
A
A
A
MATARAM - Kawasan Gunung Rinjani yang menjadi salah satu pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan terus dikembangkan. Di antaranya proyek pengerjaan kereta gantung ke Gunung Rinjani.
Bahkan rencana proyek seaplane yakni pesawat yang lepas landas dan mendarat di atas air. Termasuk proyek glamping yang dinilai sebagian pihak justru akan merusak ekosistem Geopark Gunung Rinjani.
Terkait wacana itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan akan mempelajari hal itu. Menurut AHY, hal itu merupakan hal yang patut mendapat perhatian.
"Nanti saya pelajari dulu. Saya ingin mengetahui apa yang terjadi di sana. Tapi yang jelas ketika kebutuhan mulai meningkat, penduduknya banyak sementara lahan terbatas, sementara kita ingin pertumbuhan ekonomi meningkat, pertumbuhan industri, swasembada pangan, dan masyarakat punya rumah,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Baca juga: Jalur Pendakian ke Gunung Rinjani Ditutup, Menko Polkam: Keselamatan Pendaki Prioritas
“Sedangkan butuh infrastruktur pembangunan, tapi tetap kita harus memperhatikan dan menjaga lingkungan. Saya justru mendorong pembangunan itu berorientasi pada pertumbuhan dan pemeratan tapi juga harus pada keseimbangan alam. Itu bagian dari perhatian dari semua kementerian," sambungnya.
Hal itu disampaikan AHY saat membagikan 228 sertifikat tanah PTSL dan 5 sertifikat non PTSL di Dusun Golong, Desa Golong, Kecamatan Narmada Lombok Barat. Penyerahan sertifikat PTS itu berlangsung serentak di Desa Golong Lombok Barat. AHY juga membagikan langsung ke rumah-rumah warga.
Baca juga: WNA Asal Belanda Jatuh di Rinjani, Tim SAR Kerahkan Helikopter Evakuasi Korban
Menurut AHY, sertifikat tanah sangat penting bagi masyarakat. Itu sebagai kepastian hukum kepemilikan tanah. Dia juga menjelaskan pentingnya sertifikat lahan di kawasan Gunung Rinjani. Dengan harapan dapat berdampak positif bagi masyarakat.
AHY mengaku senang dengan peningkatan pelayanan pengurusan sertifikat tanah yang cepat untuk masyarakat. Pada dasarnya, dia ingin agar masyarakat tidak lagi merasa dipermainkan. Termasuk benar - benar terlindungi dari tindak pemalsuan sertifikat tanah. "Kami minta kepada kementerian terkait untuk meningkatkan pelayanannya," ujarnya.
Penyerahan sertifikat tanah itu disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), H. Ossy Dermawan,Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dan sejumlah kepala Badan Pernahan Nasional (BPN) se-NTB.
AHY menekankan agar kepemilikan setifikat tanah itu dimanfaatkan sebaik mungkin. "Jangan di Gadaikan, apalagi "disekolahkan" jauh-jauh. Kecuali untuk keperluan yang sifatnya produktif bukan konsumtif
Bahkan rencana proyek seaplane yakni pesawat yang lepas landas dan mendarat di atas air. Termasuk proyek glamping yang dinilai sebagian pihak justru akan merusak ekosistem Geopark Gunung Rinjani.
Terkait wacana itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan akan mempelajari hal itu. Menurut AHY, hal itu merupakan hal yang patut mendapat perhatian.
"Nanti saya pelajari dulu. Saya ingin mengetahui apa yang terjadi di sana. Tapi yang jelas ketika kebutuhan mulai meningkat, penduduknya banyak sementara lahan terbatas, sementara kita ingin pertumbuhan ekonomi meningkat, pertumbuhan industri, swasembada pangan, dan masyarakat punya rumah,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Baca juga: Jalur Pendakian ke Gunung Rinjani Ditutup, Menko Polkam: Keselamatan Pendaki Prioritas
“Sedangkan butuh infrastruktur pembangunan, tapi tetap kita harus memperhatikan dan menjaga lingkungan. Saya justru mendorong pembangunan itu berorientasi pada pertumbuhan dan pemeratan tapi juga harus pada keseimbangan alam. Itu bagian dari perhatian dari semua kementerian," sambungnya.
Hal itu disampaikan AHY saat membagikan 228 sertifikat tanah PTSL dan 5 sertifikat non PTSL di Dusun Golong, Desa Golong, Kecamatan Narmada Lombok Barat. Penyerahan sertifikat PTS itu berlangsung serentak di Desa Golong Lombok Barat. AHY juga membagikan langsung ke rumah-rumah warga.
Baca juga: WNA Asal Belanda Jatuh di Rinjani, Tim SAR Kerahkan Helikopter Evakuasi Korban
Menurut AHY, sertifikat tanah sangat penting bagi masyarakat. Itu sebagai kepastian hukum kepemilikan tanah. Dia juga menjelaskan pentingnya sertifikat lahan di kawasan Gunung Rinjani. Dengan harapan dapat berdampak positif bagi masyarakat.
AHY mengaku senang dengan peningkatan pelayanan pengurusan sertifikat tanah yang cepat untuk masyarakat. Pada dasarnya, dia ingin agar masyarakat tidak lagi merasa dipermainkan. Termasuk benar - benar terlindungi dari tindak pemalsuan sertifikat tanah. "Kami minta kepada kementerian terkait untuk meningkatkan pelayanannya," ujarnya.
Penyerahan sertifikat tanah itu disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), H. Ossy Dermawan,Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dan sejumlah kepala Badan Pernahan Nasional (BPN) se-NTB.
AHY menekankan agar kepemilikan setifikat tanah itu dimanfaatkan sebaik mungkin. "Jangan di Gadaikan, apalagi "disekolahkan" jauh-jauh. Kecuali untuk keperluan yang sifatnya produktif bukan konsumtif
(cip)
Lihat Juga :