Kompolnas Sebut Ada 3 Lokasi Penting Kasus Tewasnya Diplomat Kemlu, di Mana Saja?
Kamis, 24 Juli 2025 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, kata Ito, kalau kita menghadapi satu kasus ada kematian, kematian itu ada dua secara teoritis. Satu, kematian wajar. Kedua, kematian tidak wajar. Kematian tidak wajar juga ada dua, karena dia dibunuh atau bunuh diri.
"Sehingga, untuk kasus ini, dalam kematian wajar, kadang-kadang hanya diperlukan visum luar, tidak autopsi. Kalau tidak wajar, SOP-nya wajib dilakukan autopsi. Kemudian, pada saat kematian tidak wajar ini, harus dilihat satu, penyebab kematiannya, kedua waktu kematiannya."
Penyebab kematian dia juga harus didalami melalui kedokteran forensik. Apakah yang bersangkutan itu masih hidup terhadap sesuatu yang menyebabkan dia mati. Kedua, apakah dia sudah mati, kemudian baru dia menghadapi sesuatu yang bisa dianggap mati.
"Itu yang membuat masalah ini seolah-olah ada kesan dari penyidik, Polda Metro Jaya, terlalu lama. Kalau ada kesimpulan yang salah karena ingin cepat tetapi tidak cermat, maka risikonya akan banyak hujatan-hujatan ataupun mungkin ada sanksi hukum bagi penjabat atau penyidik yang menanganinya. Saya kira itu yang menjadi kendalanya."
"Sehingga, untuk kasus ini, dalam kematian wajar, kadang-kadang hanya diperlukan visum luar, tidak autopsi. Kalau tidak wajar, SOP-nya wajib dilakukan autopsi. Kemudian, pada saat kematian tidak wajar ini, harus dilihat satu, penyebab kematiannya, kedua waktu kematiannya."
Penyebab kematian dia juga harus didalami melalui kedokteran forensik. Apakah yang bersangkutan itu masih hidup terhadap sesuatu yang menyebabkan dia mati. Kedua, apakah dia sudah mati, kemudian baru dia menghadapi sesuatu yang bisa dianggap mati.
"Itu yang membuat masalah ini seolah-olah ada kesan dari penyidik, Polda Metro Jaya, terlalu lama. Kalau ada kesimpulan yang salah karena ingin cepat tetapi tidak cermat, maka risikonya akan banyak hujatan-hujatan ataupun mungkin ada sanksi hukum bagi penjabat atau penyidik yang menanganinya. Saya kira itu yang menjadi kendalanya."
(zik)
Lihat Juga :