Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka usai Massa Demo Ojol Bubarkan Diri
Senin, 21 Juli 2025 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
Adapun dalam aksi demo hari ini, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyebut bahwa pihaknya membawa lima tuntutan. Salah satunya adalah meminta agar aplikator hanya membebani pengemudi dengan potong maksimal 10 persen.
"Kami dari gabungan pengemudi online, baik Roda 2 Ojol, Roda 4 taksi online atau driver online, yang tergabung dalam korban aplikator melaksanakan aksi unjuk rasa penyampaian aspirasi dengan 5 poin tuntutan," ujarnya.
Pihaknya juga meminta agar aplikator menghapus sistem yang dianggap sebagai perbudakan seperti Slot dan Aceng. Serta menghapus sistem driver prioritas.
"Karena tidak adanya hukum yang jelas di ekosistem transportasi online maka perusahaan aplikasi ini membuat program-program seperti aceng, slot, multi order, atau food, dan lain-lain, nah ini banyak menimbulkan masalah," ucapnya.
Selain itu, para pengemudi juga meminta agar pemerintah menyusun Undang-Undang tentang Tranportasi Online. Mereka juga mendesak pemerintah agar merevisi aturan transportasi online.
"Kami dari gabungan pengemudi online, baik Roda 2 Ojol, Roda 4 taksi online atau driver online, yang tergabung dalam korban aplikator melaksanakan aksi unjuk rasa penyampaian aspirasi dengan 5 poin tuntutan," ujarnya.
Pihaknya juga meminta agar aplikator menghapus sistem yang dianggap sebagai perbudakan seperti Slot dan Aceng. Serta menghapus sistem driver prioritas.
"Karena tidak adanya hukum yang jelas di ekosistem transportasi online maka perusahaan aplikasi ini membuat program-program seperti aceng, slot, multi order, atau food, dan lain-lain, nah ini banyak menimbulkan masalah," ucapnya.
Selain itu, para pengemudi juga meminta agar pemerintah menyusun Undang-Undang tentang Tranportasi Online. Mereka juga mendesak pemerintah agar merevisi aturan transportasi online.
(rca)
Lihat Juga :