Siasat Obor Digunakan Utusan Kerajaan Demak Berperang Melawan Kerabat Raja Majapahit
Senin, 14 Juli 2025 - 06:32 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu, bala tentara terkumpul banyak dan bergerak ke selatan, kemudian berbelok ke timur hingga tiba ke Desa Sawo, yang kini konon merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Persiapan pasukan dan persenjataan dilakukan di sana untuk memulai peperangan.
Ki Ageng Kutu pun sudah mendengar berita bahwa orang Islam akan kembali menyerangnya, sebagaimana dikutip dari buku "Kisah Brang Wetan: Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro.
Ki Ageng Kutu kemudian mengumpulkan para ajar serta bala tentara orang Buddha. Senjata dan berbagai peralatan perang pun disiapkan. Pada suatu malam, Ki Ageng Kutu bergerak ke timur menghadapi musuh.
Perang pecah dengan gegap gempita. Sayang banyak pasukan Bhatoro Katongyang terbunuh. Ketika itu, orang Islam terdesak dan banyak yang tewas. Perang Ki Ageng Kutu tak bisa dilawan, lompatan banteng tunggangannya sangat cepat. Di kegelapan malam, Ki Ageng Kutu beserta banteng tunggangannya dapat melihat jelas seperti layaknya berperang di siang hari.
Sebaliknya, penglihatan Bhatoro Katong beserta bala tentaranya gelap, sehingga menyebabkan kebingungan Bhatoro Katong. Jika perang berlangsung siang hari, Ki Ageng Kutu tidak melawan. Di siang hari, Ki Ageng Kutu beserta bala tentaranya bersembunyi dan tinggal di hutan, tetapi pada malam hari menyerang bala tentara Bhatoro Katong.
Ki Ageng Kutu pun sudah mendengar berita bahwa orang Islam akan kembali menyerangnya, sebagaimana dikutip dari buku "Kisah Brang Wetan: Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro.
Ki Ageng Kutu kemudian mengumpulkan para ajar serta bala tentara orang Buddha. Senjata dan berbagai peralatan perang pun disiapkan. Pada suatu malam, Ki Ageng Kutu bergerak ke timur menghadapi musuh.
Perang pecah dengan gegap gempita. Sayang banyak pasukan Bhatoro Katongyang terbunuh. Ketika itu, orang Islam terdesak dan banyak yang tewas. Perang Ki Ageng Kutu tak bisa dilawan, lompatan banteng tunggangannya sangat cepat. Di kegelapan malam, Ki Ageng Kutu beserta banteng tunggangannya dapat melihat jelas seperti layaknya berperang di siang hari.
Sebaliknya, penglihatan Bhatoro Katong beserta bala tentaranya gelap, sehingga menyebabkan kebingungan Bhatoro Katong. Jika perang berlangsung siang hari, Ki Ageng Kutu tidak melawan. Di siang hari, Ki Ageng Kutu beserta bala tentaranya bersembunyi dan tinggal di hutan, tetapi pada malam hari menyerang bala tentara Bhatoro Katong.
Lihat Juga :