Asrindo Terapkan Sertifikasi Profesi Pekerja Refraktori dan SNI Wajib
Kamis, 10 Juli 2025 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
“Hal lain yang paling penting adalah dengan menggunakan produk dan jasa industri refraktori nasional maka industri pengguna refraktori termasuk smelter akan mendorong peningkatan volume produksi nasional industri refraktori dan secara langsung memberikan sumbangan bagi peningkatan volume produksi industri nasional untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah kata Riko.
Riko mengatakan, industri refraktori merupakan pendorong dari pertumbuhan industri yang menjadi alat bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“Dengan utilisasi kapasitas produksi nasional untuk industri refraktori yang baru 30% maka diharapkan informasi kesiapan industri refraktori dengan SNI Wajib dan Sertifikasi Profesi Pekerja Refraktori ini mampu meningkatkan utilitas produksi sampai 70% atau 80%,” jelas Riko.
Riko mengatakan, jika peningkatan utilitas itu terjadi maka ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional untuk industri refraktori bisa dilakukan. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk peningkatan produksi nasional.
Event Business Matching antara Asarindo dengan Industri Smelter Indonesia ini dibuka oleh Direktur ISKPBGN Putu Nadi Astuti dan turut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Direktoral ISKPBGN dan pejabat yang mewakili Direktur Industri Logam.
Dari Industri Smelter Indonesia hadir Direktur Kawasan Industri IHIP, perwakilan IWIP, juga dari unsur perusahaan yaitu Gunbuster Nickel Industri, Smelting, Indonesia Asahan Alumunium dan beberapa perusahaan smelter lainnya.
Riko mengatakan, industri refraktori merupakan pendorong dari pertumbuhan industri yang menjadi alat bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“Dengan utilisasi kapasitas produksi nasional untuk industri refraktori yang baru 30% maka diharapkan informasi kesiapan industri refraktori dengan SNI Wajib dan Sertifikasi Profesi Pekerja Refraktori ini mampu meningkatkan utilitas produksi sampai 70% atau 80%,” jelas Riko.
Riko mengatakan, jika peningkatan utilitas itu terjadi maka ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional untuk industri refraktori bisa dilakukan. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk peningkatan produksi nasional.
Event Business Matching antara Asarindo dengan Industri Smelter Indonesia ini dibuka oleh Direktur ISKPBGN Putu Nadi Astuti dan turut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Direktoral ISKPBGN dan pejabat yang mewakili Direktur Industri Logam.
Dari Industri Smelter Indonesia hadir Direktur Kawasan Industri IHIP, perwakilan IWIP, juga dari unsur perusahaan yaitu Gunbuster Nickel Industri, Smelting, Indonesia Asahan Alumunium dan beberapa perusahaan smelter lainnya.
(shf)
Lihat Juga :