7 Fakta Pengeroyokan Perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang, Korban Bertugas di POMAL
Minggu, 29 Juni 2025 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Persoalan cek - cok diduga menjadi penyebab pengeroyokan itu. Terduga pelaku merupakan juru panggil penumpang (jupang) bus di Terminal Arjosari Malang. Sedangkan informasinya, korban juga bekerja sebagai juru panggil penumpang meski belum diketahui kebenarannya.
"Info dari teman - teman lapangan sesama jupang tapi masih didalami, kami belum mengetahui kronologis persis di lokasi. Kami takutnya ada yang memperkeruh situasi," ujarnya.
Dari cek-cok itu lantas korban dikeroyok 5 - 6 orang dari jupang. Aksi pengeroyokan ini sensor dipisah oleh sejumlah kru bus, tapi aksinya tak dapat dicegah.
"Kejadiannya cepat, korban dikeroyok oleh 5 - 6 orang, info sementara. Setelah dikeroyok kru bus yang lain berusaha melerai tapi tidak bisa, pelaku lumayan beringas," ungkap dia.
7. Korban Diselamatkan Petugas Terminal
Nasib perwira TNI AL itu akhirnya diselamatkan oleh seorang petugas terminal yang datang saat dipanggil oleh kru bus. Petugas berinisial B itu menceritakan bagaimana ia datang menjumpai korban dalam keadaan berdarah-darah di kepala terutama di wajah.
"Saat itu korban masih sadar, memang lukanya di kepala berdarah itu sampai ini jatuh (di shelter keberangkatan). Saya bawa masuk (ke area ruang tunggu). Saya minta telponkan ambulans, di situ akhirnya dia baru nggak sadarkan," jelas petugas berinisial B ini.
Di sisi lain, usai kejadian itu Kepala Terminal Tipe A Arjosari Malang Mega Perwira Donowati segera memerintahkan anggotanya mendampingi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal diketahui korban menderita luka-luka di sekitaran wajah. "Bagian wajah, di pipi dan wajahnya berdarah-darah di kepala, matanya kedua bengap," tukasnya.
Caption Lokasi kejadian pengeroyokan perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang (Avirista Midaada / MPI)
"Info dari teman - teman lapangan sesama jupang tapi masih didalami, kami belum mengetahui kronologis persis di lokasi. Kami takutnya ada yang memperkeruh situasi," ujarnya.
Dari cek-cok itu lantas korban dikeroyok 5 - 6 orang dari jupang. Aksi pengeroyokan ini sensor dipisah oleh sejumlah kru bus, tapi aksinya tak dapat dicegah.
"Kejadiannya cepat, korban dikeroyok oleh 5 - 6 orang, info sementara. Setelah dikeroyok kru bus yang lain berusaha melerai tapi tidak bisa, pelaku lumayan beringas," ungkap dia.
7. Korban Diselamatkan Petugas Terminal
Nasib perwira TNI AL itu akhirnya diselamatkan oleh seorang petugas terminal yang datang saat dipanggil oleh kru bus. Petugas berinisial B itu menceritakan bagaimana ia datang menjumpai korban dalam keadaan berdarah-darah di kepala terutama di wajah.
"Saat itu korban masih sadar, memang lukanya di kepala berdarah itu sampai ini jatuh (di shelter keberangkatan). Saya bawa masuk (ke area ruang tunggu). Saya minta telponkan ambulans, di situ akhirnya dia baru nggak sadarkan," jelas petugas berinisial B ini.
Di sisi lain, usai kejadian itu Kepala Terminal Tipe A Arjosari Malang Mega Perwira Donowati segera memerintahkan anggotanya mendampingi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal diketahui korban menderita luka-luka di sekitaran wajah. "Bagian wajah, di pipi dan wajahnya berdarah-darah di kepala, matanya kedua bengap," tukasnya.
Caption Lokasi kejadian pengeroyokan perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang (Avirista Midaada / MPI)
(cip)
Lihat Juga :