Gubernur Berharap Tidak Ada Klaster Baru COVID-19 di Pilkada 2020
Rabu, 09 September 2020 - 08:42 WIB
loading...
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah berharap, tidak ada claster baru COVID-19 yang muncul pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 12 kabupaten/kota Sulsel tahun 2020. Foto : SINDOnews/Doc
A
A
A
MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah berharap, tidak ada klaster baru COVID-19 yang muncul pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 12 kabupaten/kota Sulsel tahun 2020. Baca : Kemendagri Tegur 5 Kandidat Petahana pada Pilkada Serentak di Sulsel
Pasalnya, pada proses pendaftaran Pilkada serentak belum lama ini, tidak sedikit calon kepala daerah baik pendatang baru maupun incamben mendapatkan teguran dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) atas semangat pendukung pasangan calon membawa masa dengan jumlah banyak pada saat masa pandemi COVID-19 ini.
"Kami berharap, tidak ada claster baru dari proses Pilkada ini. Tentu ini bisa kita cegah kalau kita semua menyadari, kita semua tingkatkan disiplin diri masing-masing, dan tentu sekali lagi saya tidak bosan-bosannya menyampaikan agar ikuti protokol kesehatan secara ketat, karena akan menentukan keberlangsungan pencegahan COVID-19 , kepada seluruh masyarakat Sulsel," tukas Nurdin Abdullah.
Ia, berharap, tahapan Pilkada serentak selanjutnya, temasuk pengambilan nomor urut, beberapa sosialisasi dan sebagainya agar betul-betul memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. "Kepada seluruh bupati, walikota mari kita sama-sama menjaga soliditas kita untuk mengawal Pilkada serentak 2020 ini," ajak Nurdin Abdullah.
Menurut dia, selama kondisi pandemi COVID-19 ini berlangsung, dan selama belum ada vaksin serta obatnya, maka selama itu juga masih dalam kondisi sangat berbahaya bagi semuanya. "Oleh karena itu cukuplah kemarin beberapa deklarasi, maupun pendaftaran, ya mungkin ini adalah sesuatu diluar daripada kemampuan kita semua. Saya ingin menyampaikan rasa penyesalan atas kejadian pada saat proses pendaftaran kemarin, dimana semangat semuanya kami menghargai itu, tapi kami juga menyampaikan bahwa kita sekarang masih dalam kondisi sangat berbahaya bagi masyarakat kita," ujarnya.
Pasalnya, pada proses pendaftaran Pilkada serentak belum lama ini, tidak sedikit calon kepala daerah baik pendatang baru maupun incamben mendapatkan teguran dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) atas semangat pendukung pasangan calon membawa masa dengan jumlah banyak pada saat masa pandemi COVID-19 ini.
"Kami berharap, tidak ada claster baru dari proses Pilkada ini. Tentu ini bisa kita cegah kalau kita semua menyadari, kita semua tingkatkan disiplin diri masing-masing, dan tentu sekali lagi saya tidak bosan-bosannya menyampaikan agar ikuti protokol kesehatan secara ketat, karena akan menentukan keberlangsungan pencegahan COVID-19 , kepada seluruh masyarakat Sulsel," tukas Nurdin Abdullah.
Ia, berharap, tahapan Pilkada serentak selanjutnya, temasuk pengambilan nomor urut, beberapa sosialisasi dan sebagainya agar betul-betul memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. "Kepada seluruh bupati, walikota mari kita sama-sama menjaga soliditas kita untuk mengawal Pilkada serentak 2020 ini," ajak Nurdin Abdullah.
Menurut dia, selama kondisi pandemi COVID-19 ini berlangsung, dan selama belum ada vaksin serta obatnya, maka selama itu juga masih dalam kondisi sangat berbahaya bagi semuanya. "Oleh karena itu cukuplah kemarin beberapa deklarasi, maupun pendaftaran, ya mungkin ini adalah sesuatu diluar daripada kemampuan kita semua. Saya ingin menyampaikan rasa penyesalan atas kejadian pada saat proses pendaftaran kemarin, dimana semangat semuanya kami menghargai itu, tapi kami juga menyampaikan bahwa kita sekarang masih dalam kondisi sangat berbahaya bagi masyarakat kita," ujarnya.
Lihat Juga :