Pemuda ICMI Aceh: Tata Kelola SDA Harus Berpihak Pada Daerah Penghasil
Senin, 23 Juni 2025 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Bappeda Aceh, Husnan yang hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyerukan pentingnya sinergi semua elemen masyarakat untuk memperjuangkan implementasi UUPA secara utuh. Ia juga menekankan bahwa keterbatasan dana dari APBA perlu diimbangi dengan tambahan anggaran dari pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan Aceh.
Seminar yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, aktivis, hingga tokoh masyarakat, diharapkan menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat tata kelola SDA berbasis local wisdom.
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Marwan juga menekankan pentingnya sinergi antara kampus, pemerintah, dan perusahaan dalam penguatan tata kelola migas dan pertambangan di Aceh. Narasumber lain yang turut hadir berasal dari Dinas ESDM Aceh, ICMI Aceh, UIN Ar-Raniry, PT Pema Global Energi, dan PT Medco E&P Malaka.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting Aceh, seperti mantan Pj. Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim; Rektor Universitas Teuku Umar Prof. Dr. Ishak Hasan, serta mantan Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Dr. Apridar.
Seminar Cendekiawan ini menghasilkan 14 poin rekomendasi terkait tata kelola migas dan tambang di Aceh. Diharapkan, rekomendasi ini dapat dijalankan secara penuh oleh Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dekfadh, demi mewujudkan Aceh yang makmur dan sejahtera.
Seminar yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, aktivis, hingga tokoh masyarakat, diharapkan menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat tata kelola SDA berbasis local wisdom.
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Marwan juga menekankan pentingnya sinergi antara kampus, pemerintah, dan perusahaan dalam penguatan tata kelola migas dan pertambangan di Aceh. Narasumber lain yang turut hadir berasal dari Dinas ESDM Aceh, ICMI Aceh, UIN Ar-Raniry, PT Pema Global Energi, dan PT Medco E&P Malaka.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting Aceh, seperti mantan Pj. Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim; Rektor Universitas Teuku Umar Prof. Dr. Ishak Hasan, serta mantan Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Dr. Apridar.
Seminar Cendekiawan ini menghasilkan 14 poin rekomendasi terkait tata kelola migas dan tambang di Aceh. Diharapkan, rekomendasi ini dapat dijalankan secara penuh oleh Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dekfadh, demi mewujudkan Aceh yang makmur dan sejahtera.
(abd)
Lihat Juga :