Gugus Tugas Waspadai Klaster Pilkada Serentak di Jabar
Selasa, 08 September 2020 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
"Memang agak susah banget pelacakan ini karena siapa yang ikut dalam acara itu juga kan kita tidak bisa pantau by name by address, kecuali memang yang sudah ter-listing oleh tim pasangan kepada tim deteksi dini," katanya.
Meski begitu, lanjut Siska, untuk mengantisipasi munculnya klaster pilkada, pihaknya sudah bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 tingkat kabupaten/kota, terutama dalam upaya memaksimalkan pelacakan dan pengetesan terhadap orang-orang yang berkerumun itu."Kami sedang lakukan pelacakan, siapa-siapa saja yang mengikuti acara tersebut," imbuhnya.
Menurut dia, pelacakan harus dilakukan secepat mungkin. Pasalnya, jika di antara kerumunan itu ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, maka dampak penularannya baru bisa diketahui sekitar dua pekan atau setelah masa inkubasi virus.
Lebih lanjut Siska mengatakan, saat ini, 25 pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada Serentak 2020 tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.
"Jika ada yang dinyatakan positif COVID-19, akan dilakukan isolasi dan tracing kepada kontak erat, sama seperti warga lainnya," tandasnya.
Terpisah, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jabar, Endun Abdul Haq mengatakan, pemeriksaan kesehatan ke-25 pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada Serentak 2020 berlangsung mulai Senin (7/9/2020) lalu hingga Kamis (10/9/2020) nanti.
Meski begitu, lanjut Siska, untuk mengantisipasi munculnya klaster pilkada, pihaknya sudah bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 tingkat kabupaten/kota, terutama dalam upaya memaksimalkan pelacakan dan pengetesan terhadap orang-orang yang berkerumun itu."Kami sedang lakukan pelacakan, siapa-siapa saja yang mengikuti acara tersebut," imbuhnya.
Menurut dia, pelacakan harus dilakukan secepat mungkin. Pasalnya, jika di antara kerumunan itu ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, maka dampak penularannya baru bisa diketahui sekitar dua pekan atau setelah masa inkubasi virus.
Lebih lanjut Siska mengatakan, saat ini, 25 pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada Serentak 2020 tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.
"Jika ada yang dinyatakan positif COVID-19, akan dilakukan isolasi dan tracing kepada kontak erat, sama seperti warga lainnya," tandasnya.
Terpisah, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jabar, Endun Abdul Haq mengatakan, pemeriksaan kesehatan ke-25 pasangan calon kepala daerah peserta Pilkada Serentak 2020 berlangsung mulai Senin (7/9/2020) lalu hingga Kamis (10/9/2020) nanti.
Lihat Juga :