Saudi Airlines Jeddah-Surabaya Diteror Ancaman Bom, Budi Gunawan: Ancaman via Email
Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk menindaklanjuti informasi yang diterima sesuai prosedur keselamatan penerbangan," ujarnya.
Selain itu, pemerintah Indonesia tengah melakukan pendalaman lanjutan dengan berkoordinasi secara langsung dengan otoritas penerbangan Arab Saudi, khususnya di Bandara Internasional King Abdulaziz (OEJN) untuk menelusuri sumber dan validitas ancaman tersebut.
Baca juga: Kronologi Pesawat Saudi Tujuan Indonesia Kembali Terima Ancaman Bom
"Pemerintah memastikan bahwa setiap potensi ancaman terhadap keselamatan publik ditangani secara serius, profesional, dan terkoordinasi lintas lembaga," tegasnya.
Sebelumnya, telah diberitakan bahwa Pesawat Saudi Airlines SV 5688 yang membawa 376 jemaah haji Indonesia kembali mendapatkan ancaman bom, pada Sabtu (21/6/2025). Ancaman bom terjadi saat pesawat rute Jeddah-Muscat-Surabaya itu terbang.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi membenarkan informasi tersebut dia juga mengungkapkan kronologi kejadian itu. Kristomei menjelaskan teror bom pertama kali diterima oleh pilot Saudi Airlines.
Selain itu, pemerintah Indonesia tengah melakukan pendalaman lanjutan dengan berkoordinasi secara langsung dengan otoritas penerbangan Arab Saudi, khususnya di Bandara Internasional King Abdulaziz (OEJN) untuk menelusuri sumber dan validitas ancaman tersebut.
Baca juga: Kronologi Pesawat Saudi Tujuan Indonesia Kembali Terima Ancaman Bom
"Pemerintah memastikan bahwa setiap potensi ancaman terhadap keselamatan publik ditangani secara serius, profesional, dan terkoordinasi lintas lembaga," tegasnya.
Sebelumnya, telah diberitakan bahwa Pesawat Saudi Airlines SV 5688 yang membawa 376 jemaah haji Indonesia kembali mendapatkan ancaman bom, pada Sabtu (21/6/2025). Ancaman bom terjadi saat pesawat rute Jeddah-Muscat-Surabaya itu terbang.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi membenarkan informasi tersebut dia juga mengungkapkan kronologi kejadian itu. Kristomei menjelaskan teror bom pertama kali diterima oleh pilot Saudi Airlines.
Lihat Juga :