Mengenal Haji Ma'ruf, Saudagar Madura yang Terpilih Menjadi Ketum HKI
Sabtu, 21 Juni 2025 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Jauh sebelum dikenal sebagai pemilik kawasan industri di Batam, Kepulauan Riau, perjalanan bisnis Haji Ma'ruf bermula dari industri plastik berskala kecil, lalu berkembang jadi satu pabrik, yang kemudian terus bertambah.
Ketika krisis ekonomi datang menghantam, naluri bisnisnya datang menuntun. Ia melihat peluang untuk tidak hanya mengembangkan pabrik, tapi membuat satu kawasan industri. Lalu, ketika dunia mulai sibuk bicara energi bersih, ia membuat satu lagi terobosan besar.
"Saya menangkap peluang, akhirnya saya masuk ke industri energi bersih," katanya.
Intinya, kata Haji Ma'ruf, dia melakukan sebuah perubahan di industri kita. "Tentunya tidak serta-merta meninggalkan sektor industri yang sudah ada. Jadi industri yang sudah ada kita tetap pertahankan, terus dikembangkan ke kawasan industri. Nah, dari situ kita ekspansi ke energi bersih."
Haji Ma'ruf menuturkan, perjalanannya juga tidak selalu mulus. Ada masa jatuh bangun yang juga ia lalui dalam perjalanannya sebagai seorang pengusaha. Dia mengenang apa yang menjadi titik balik terbaik dalam hidupnya.
"Mungkin tidak bisa saya ceritakan dalam satu malam. Tapi begini, ada masanya bisnis saya jatuh juga. Sebelumnya—apa pun, saya selalu dikasih sama Allah, minta anak dikasih, istri cantik dikasih, semua perusahaan berkembang, kemudian datang masa-masa sulit itu, saya berpikir apa yang salah dengan saya?"
Dia pun mencoba untuk introspeksi diri. Dia berusaha membenahi diri. "Saya minta selamat sama Allah. Bahkan saya menjual sebagian aset saya dan mulai aktif memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Ternyata justru dari situ saya menemukan sebuah arti hidup. Dan memang ternyata dalam berbisnis itu ada hak untuk anak-anak yatim piatu. Saya percaya sekali itu!" tegasnya.
Ketika krisis ekonomi datang menghantam, naluri bisnisnya datang menuntun. Ia melihat peluang untuk tidak hanya mengembangkan pabrik, tapi membuat satu kawasan industri. Lalu, ketika dunia mulai sibuk bicara energi bersih, ia membuat satu lagi terobosan besar.
"Saya menangkap peluang, akhirnya saya masuk ke industri energi bersih," katanya.
Intinya, kata Haji Ma'ruf, dia melakukan sebuah perubahan di industri kita. "Tentunya tidak serta-merta meninggalkan sektor industri yang sudah ada. Jadi industri yang sudah ada kita tetap pertahankan, terus dikembangkan ke kawasan industri. Nah, dari situ kita ekspansi ke energi bersih."
Haji Ma'ruf menuturkan, perjalanannya juga tidak selalu mulus. Ada masa jatuh bangun yang juga ia lalui dalam perjalanannya sebagai seorang pengusaha. Dia mengenang apa yang menjadi titik balik terbaik dalam hidupnya.
"Mungkin tidak bisa saya ceritakan dalam satu malam. Tapi begini, ada masanya bisnis saya jatuh juga. Sebelumnya—apa pun, saya selalu dikasih sama Allah, minta anak dikasih, istri cantik dikasih, semua perusahaan berkembang, kemudian datang masa-masa sulit itu, saya berpikir apa yang salah dengan saya?"
Dia pun mencoba untuk introspeksi diri. Dia berusaha membenahi diri. "Saya minta selamat sama Allah. Bahkan saya menjual sebagian aset saya dan mulai aktif memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Ternyata justru dari situ saya menemukan sebuah arti hidup. Dan memang ternyata dalam berbisnis itu ada hak untuk anak-anak yatim piatu. Saya percaya sekali itu!" tegasnya.
Lihat Juga :