Mengenal Haji Ma'ruf, Saudagar Madura yang Terpilih Menjadi Ketum HKI
Sabtu, 21 Juni 2025 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kata dia, anak-anak yatim piatu itu dia sekolahkan. "Ketika tamat sekolah, saya beri kesempatan untuk masuk ke industri saya," katanya.
Menurut Haji Ma'ruf, posisi Indonesia dalam industri energi dunia sangat bagus, mengingat belum lama ini Indonesia sudah membuka keran ekspor ke Singapura. Potensi ini sangat besar sebagai kekuatan ekonomi nasional terutama di Provinsi Kepulauan Riau. "Kebetulan, kita dapat kepercayaan dari pemerintah. Mulai dari hilirisasi pasir silika, sampai semikonduktor, kita dapat investasinya," ujarnya.
Menurutnya, hal itu harus dikawal, supaya segala perizinan dapat dipercepat dan dimudahkan. "Karena ada potensi yang sangat besar," katanya.
Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua Umum HKI, ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara HKI dan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, dan beberapa kementerian lainnya untuk menciptakan iklim investasi yang lebih pasti dan kompetitif. Menurutnya, kawasan industri harus bisa menjadi penggerak perekonomian nasional berlandaskan nasionalisme, bukan semata mencari peruntungan. Menurutnya, arah kebijakan HKI sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta akan aktif mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dia juga menekankan pentingnya membentuk Badan Kawasan Industri Nasional (BKIN) yang berada langsung di bawah pembinaan teknis Kementerian Perindustrian, serupa dengan peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Atau, ada Undang-Undang Kawasan Industri, karena ada ratusan anggota HKI yang investasinya bukanlah sedikit, melainkan mencapai ribuan triliun.
"Kawasan industri membutuhkan payung hukum khusus. Dengan begitu, pelaku pengusaha HKI bukan hanya membangun kawasan industri tetapi juga pemilik industri di dalamnya," ujarnya.
Dia juga mengamini apa yang diucapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Munas IX HKI. "Pak Haji (Ma'ruf), saya kira tugasnya untuk menakhodai HKI ke depan tidak akan semakin mudah. Filosofi tongkat estafet itu adalah keberlanjutan, kontinuitas yang tidak boleh terputus," kata Agus.
Menurut Haji Ma'ruf, posisi Indonesia dalam industri energi dunia sangat bagus, mengingat belum lama ini Indonesia sudah membuka keran ekspor ke Singapura. Potensi ini sangat besar sebagai kekuatan ekonomi nasional terutama di Provinsi Kepulauan Riau. "Kebetulan, kita dapat kepercayaan dari pemerintah. Mulai dari hilirisasi pasir silika, sampai semikonduktor, kita dapat investasinya," ujarnya.
Menurutnya, hal itu harus dikawal, supaya segala perizinan dapat dipercepat dan dimudahkan. "Karena ada potensi yang sangat besar," katanya.
Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua Umum HKI, ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara HKI dan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, dan beberapa kementerian lainnya untuk menciptakan iklim investasi yang lebih pasti dan kompetitif. Menurutnya, kawasan industri harus bisa menjadi penggerak perekonomian nasional berlandaskan nasionalisme, bukan semata mencari peruntungan. Menurutnya, arah kebijakan HKI sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta akan aktif mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dia juga menekankan pentingnya membentuk Badan Kawasan Industri Nasional (BKIN) yang berada langsung di bawah pembinaan teknis Kementerian Perindustrian, serupa dengan peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Atau, ada Undang-Undang Kawasan Industri, karena ada ratusan anggota HKI yang investasinya bukanlah sedikit, melainkan mencapai ribuan triliun.
"Kawasan industri membutuhkan payung hukum khusus. Dengan begitu, pelaku pengusaha HKI bukan hanya membangun kawasan industri tetapi juga pemilik industri di dalamnya," ujarnya.
Dia juga mengamini apa yang diucapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Munas IX HKI. "Pak Haji (Ma'ruf), saya kira tugasnya untuk menakhodai HKI ke depan tidak akan semakin mudah. Filosofi tongkat estafet itu adalah keberlanjutan, kontinuitas yang tidak boleh terputus," kata Agus.
(zik)
Lihat Juga :