Save The Children Bersama Anak dan Orang Muda Cegah 19 Ton Sampah Plastik di Jakarta
Jum'at, 20 Juni 2025 - 12:54 WIB
loading...
Sampah plastik masih menjadi kontributor kedua terbesar di Jakarta. Kondisi ini membuat sekelompok anak dan orang muda yang tergabung dalam Child Campaigner memilih tidak diam. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Sampah plastik masih menjadi kontributor kedua terbesar di Jakarta. Kondisi ini membuat sekelompok anak dan orang muda yang tergabung dalam Child Campaigner memilih tidak diam. Lewat aksi sederhana mereka mendorong perubahan perilaku dari rumah.
Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, sampah plastik menduduki peringkat kedua tertinggi di Jakarta dengan persentase 22,95%. Setiap harinya TPST Bantar Gebang menerima sekitar 7.200-7.500 ton sampah dari Jakarta. Rumah tangga dan pasar tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar, masing-masing 53,74% dan 14,48%.
Baca juga: Kurangi Sampah Jakarta, DKI Bangun 4 Fasilitas Pengelolaan Sampah dalam Kota
Sebagai bagian dari solusi, Save The Children Indonesia bersama Hyundai Motor Company menginisiasi Program Ekonomi Sirkular yang bertujuan meningkatkan praktik pemilahan dan daur ulang sampah plastik di Jakarta. Hyundai Motor Company mendukung program ini melalui inisiatif CSV, 'Hyundai Continue,' bagian dari tanggung jawab sosial sebagai masyarakat Indonesia.
Sejak November 2022, Save The Children Indonesia telah memasang 89 dropbox di 20 sekolah, 4 RPTRA, serta area publik seperti perumahan, tempat makan, dan area olahraga untuk mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga.
Program ini juga telah berhasil mencegah 19 ton atau setara 1.018.218 botol plastik dan mengolah plastik menjadi produk upcycling seperti boneka dan T-Shirt.
Melalui kerja sama dengan Plastic Pay, program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Jakarta sebesar Rp57 juta. Sampah plastik yang dikumpulkan melalui dropbox akan dikonversi menjadi poin, yang kemudian dapat ditukarkan menjadi saldo uang digital oleh masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, Child Campaigner juga mengembangkan materi edukasi kreatif seperti permainan ular tangga raksasa, Yes or No dengan spin wheel, hingga Tajalo (Tanya Jawab Lompat) untuk mengenalkan bahaya sampah dan cara mengelolanya dengan pendekatan menyenangkan.
“Melalui kampanye ini, kami ingin menyuarakan bahwa penggunaan plastik berlebih menimbulkan polusi yang dapat menjadi ancaman nyata bagi lingkungan tempat anak tumbuh, belajar, dan bermimpi. Kampanye ini adalah ajakan kepada semua pihak untuk bergerak bersama mengurangi dan mengelola sampah plastik,” ujar Shifa (17), anggota Child Campaigner Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Aksi ini menjadi bukti bahwa ketika anak dan orang muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menghadirkan perubahan nyata. Aksi mereka memang tampak sederhana, namun membawa dampak luas. Bayangkan jika tidak ada yang melakukannya maka sampah akan terus menumpuk tanpa solusi.
“Anak-anak dan orang muda bukan hanya korban dari dampak lingkungan yang dirusak oleh manusia itu sendiri, tetapi mereka juga bagian dari solusi. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kami ingin memastikan bahwa mereka memiliki ruang untuk berkontribusi," ujar Program Manager Ekonomi Sirkular Save The Children Indonesia Leonard Benny Johan.
Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata, program ekonomi sirkular menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Keterlibatan aktif anak dan orang muda serta didukung dengan kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program.
Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, sampah plastik menduduki peringkat kedua tertinggi di Jakarta dengan persentase 22,95%. Setiap harinya TPST Bantar Gebang menerima sekitar 7.200-7.500 ton sampah dari Jakarta. Rumah tangga dan pasar tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar, masing-masing 53,74% dan 14,48%.
Baca juga: Kurangi Sampah Jakarta, DKI Bangun 4 Fasilitas Pengelolaan Sampah dalam Kota
Sebagai bagian dari solusi, Save The Children Indonesia bersama Hyundai Motor Company menginisiasi Program Ekonomi Sirkular yang bertujuan meningkatkan praktik pemilahan dan daur ulang sampah plastik di Jakarta. Hyundai Motor Company mendukung program ini melalui inisiatif CSV, 'Hyundai Continue,' bagian dari tanggung jawab sosial sebagai masyarakat Indonesia.
Sejak November 2022, Save The Children Indonesia telah memasang 89 dropbox di 20 sekolah, 4 RPTRA, serta area publik seperti perumahan, tempat makan, dan area olahraga untuk mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga.
Program ini juga telah berhasil mencegah 19 ton atau setara 1.018.218 botol plastik dan mengolah plastik menjadi produk upcycling seperti boneka dan T-Shirt.
Melalui kerja sama dengan Plastic Pay, program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Jakarta sebesar Rp57 juta. Sampah plastik yang dikumpulkan melalui dropbox akan dikonversi menjadi poin, yang kemudian dapat ditukarkan menjadi saldo uang digital oleh masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, Child Campaigner juga mengembangkan materi edukasi kreatif seperti permainan ular tangga raksasa, Yes or No dengan spin wheel, hingga Tajalo (Tanya Jawab Lompat) untuk mengenalkan bahaya sampah dan cara mengelolanya dengan pendekatan menyenangkan.
“Melalui kampanye ini, kami ingin menyuarakan bahwa penggunaan plastik berlebih menimbulkan polusi yang dapat menjadi ancaman nyata bagi lingkungan tempat anak tumbuh, belajar, dan bermimpi. Kampanye ini adalah ajakan kepada semua pihak untuk bergerak bersama mengurangi dan mengelola sampah plastik,” ujar Shifa (17), anggota Child Campaigner Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Aksi ini menjadi bukti bahwa ketika anak dan orang muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menghadirkan perubahan nyata. Aksi mereka memang tampak sederhana, namun membawa dampak luas. Bayangkan jika tidak ada yang melakukannya maka sampah akan terus menumpuk tanpa solusi.
“Anak-anak dan orang muda bukan hanya korban dari dampak lingkungan yang dirusak oleh manusia itu sendiri, tetapi mereka juga bagian dari solusi. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kami ingin memastikan bahwa mereka memiliki ruang untuk berkontribusi," ujar Program Manager Ekonomi Sirkular Save The Children Indonesia Leonard Benny Johan.
Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata, program ekonomi sirkular menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Keterlibatan aktif anak dan orang muda serta didukung dengan kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program.
(jon)
Lihat Juga :