Ribuan Sopir Truk Demo Tolak Aturan ODOL di Tol Soroja: Kami Bukan Penjahat
Kamis, 19 Juni 2025 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, walaupun aturan ODOL saat ini masih dalam tahap sosialisasi, dampaknya sudah mulai terasa di kalangan sopir, khususnya mereka yang membawa barang-barang kebutuhan pokok seperti sayuran.
“Kami sadar ODOL itu berbahaya. Tapi gimana lagi? Contohnya pengangkut sayuran. Kalau harga sayuran turun dan muatan dibatasi, kami rugi besar,” ungkap Irvan.
Ia juga mengungkapkan bahwa penghasilan sopir sangat minim, bahkan tidak sebanding dengan jam kerja yang panjang. “Gaji sopir paling Rp200 ribu per hari. Itu pun kerja dari pagi sampai malam,” keluhnya.
Irvan menegaskan bahwa jika pemerintah tetap menerapkan aturan ODOL tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan, maka aksi-aksi serupa bisa kembali terjadi.
“Kalau tetap dipaksakan, ya mungkin bakal ada aksi lagi ke depannya sampai aturan ini benar-benar dihapuskan,” tandasnya.
“Kami sadar ODOL itu berbahaya. Tapi gimana lagi? Contohnya pengangkut sayuran. Kalau harga sayuran turun dan muatan dibatasi, kami rugi besar,” ungkap Irvan.
Ia juga mengungkapkan bahwa penghasilan sopir sangat minim, bahkan tidak sebanding dengan jam kerja yang panjang. “Gaji sopir paling Rp200 ribu per hari. Itu pun kerja dari pagi sampai malam,” keluhnya.
Irvan menegaskan bahwa jika pemerintah tetap menerapkan aturan ODOL tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan, maka aksi-aksi serupa bisa kembali terjadi.
“Kalau tetap dipaksakan, ya mungkin bakal ada aksi lagi ke depannya sampai aturan ini benar-benar dihapuskan,” tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :