Ribuan Sopir Truk Demo Tolak Aturan ODOL di Tol Soroja: Kami Bukan Penjahat

Kamis, 19 Juni 2025 - 16:11 WIB
loading...
Ribuan Sopir Truk Demo...
Ribuan sopir truk dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi protes di Gerbang Tol Soreang–Pasirkoja (Soroja), Kamis (19/6/2025). Foto/Agi Ilman
A A A
BANDUNG - Ribuan sopir truk dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi protes di Gerbang Tol Soreang–Pasirkoja (Soroja), Kamis (19/6/2025). Aksi ini bentuk penolakan terhadap aturan tentang Over Dimension Over Loading ( ODOL ) yang dinilai menyulitkan para pengemudi angkutan barang di seluruh Indonesia.

Para sopir memarkirkan truk mereka di badan jalan, menyebabkan kemacetan panjang. Spanduk dan poster bertuliskan tuntutan terpampang di depan truk-truk yang memenuhi ruas jalan tol. Aksi ini dikawal ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri guna menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Ade Rustandi (28), perwakilan dari Asosiasi Sopir Seluruh Indonesia (ASSI), menyebut aksi ini sebagai bentuk solidaritas nasional para sopir yang merasa semakin tertekan oleh kebijakan ODOL. “Kami ini bukan penjahat, kami hanya sopir. UU itu memberatkan kami,” tegas Ade.

Baca Juga: Bereskan Permasalahan Zero ODOL, Ini Kuncinya

Menurutnya, inti dari aturan ODOL adalah ancaman sanksi tegas bagi sopir yang mengangkut muatan melebihi batas dimensi dan berat yang diizinkan. Jika diterapkan, para sopir khawatir akan berujung pada pidana. "Kalau melanggar aturan di UU ODOL, kami bisa dipenjara. Padahal kami cuma cari makan," ujarnya.

Ade menjelaskan aksi ini dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang hadir di Tol Soroja adalah massa dari Kabupaten Bandung. Ia mengklaim jumlah peserta aksi mencapai lebih dari seribu orang.

“Ini solidaritas nasional. Yang di sini saja ribuan orang, dan belum ada kepastian sampai jam berapa aksi ini selesai,” katanya.

Aksi turun ke jalan, kata Ade, dilakukan karena belum ada kesepakatan dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) terkait tuntutan mereka. Ia juga tidak menutup kemungkinan aksi lanjutan akan terjadi jika pemerintah tetap mengesahkan aturan ODOL.

“Kami hanya ingin sejahtera. Jangan pandang kami sebelah mata. Kalau enggak ada sopir, ekonomi Indonesia enggak jalan.”

Ia juga mengeluhkan kondisi para sopir yang kerap menjadi korban pungutan liar dan premanisme di jalan. “Pendapatan kita kecil. Dapat orderan aja belum tentu cukup. Masih dipotong pungli. Anak istri nunggu di rumah, kami minta pemerintah ngerti."

Senada dengan Ade, Irvan Dinarya (35) dari komunitas Engkel Mania Indonesia, menyebut kebijakan ODOL sangat merugikan bagi para sopir. “Ya, kalau buat sopir pasti merugikan. Harapan kami, peraturan ini ditinjau ulang. Kalau bisa ya dibatalkan saja,” kata Irvan.



Menurutnya, walaupun aturan ODOL saat ini masih dalam tahap sosialisasi, dampaknya sudah mulai terasa di kalangan sopir, khususnya mereka yang membawa barang-barang kebutuhan pokok seperti sayuran.

“Kami sadar ODOL itu berbahaya. Tapi gimana lagi? Contohnya pengangkut sayuran. Kalau harga sayuran turun dan muatan dibatasi, kami rugi besar,” ungkap Irvan.

Ia juga mengungkapkan bahwa penghasilan sopir sangat minim, bahkan tidak sebanding dengan jam kerja yang panjang. “Gaji sopir paling Rp200 ribu per hari. Itu pun kerja dari pagi sampai malam,” keluhnya.

Irvan menegaskan bahwa jika pemerintah tetap menerapkan aturan ODOL tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan, maka aksi-aksi serupa bisa kembali terjadi.

“Kalau tetap dipaksakan, ya mungkin bakal ada aksi lagi ke depannya sampai aturan ini benar-benar dihapuskan,” tandasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved