Tekad Wali Kota Aminullah Bangkitkan UMKM di Banda Aceh
Selasa, 08 September 2020 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
Aminullah sangat aktif dalam melaksanakan kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang dan penguasaan tanah. Banda Aceh terletak di kawasan rawan bencana alam, sehingga penataan ruang sesuai RTRW mutlak diperlukan.
Dalam kuasanya, banyak program dan kebijakan yang diambil Pemko Banda Aceh dalam menata kota. Contohnya seperti upaya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tinggal 6,6% lagi dari 20% area publik yang ditentukan pusat, dengan area privat yang kini sudah mencapai standar nasional (10%). Selain itu, penataan kawasan heritage, kawasan kumuh, pembangunan river walk di Krueng Aceh dan Krueng Daroy, hingga relokasi Pasar Peunayong ke pasar baru di Lampulo adalah bagiannya segi pengembangan ruang publik.
Fokusnya tersebut juga berimbas pada sektor UMKM, hampir pad setiap ruang publik saat ini di penuhi dengan para pedagang kelas mikro menengah. Ada juga program lainnya, seperti zikir rutin yang diadakan setiap minggunya di pendopo wali kota, Car Free Day, kejuaran sepak bola (Persiraja/liga), dan serta menggelar event-event lainnya baik di dalam maupun luar daerah juga merupakan sebagai pendongkrak sektor UMKM.
“Event yang kita gelar itu akan menarik perhatian wisatawan yang datang ke Banda Aceh, dan juga kita sertakan stand UMKM dalam berbagai kesempatan, perputaran ekonomi juga terjadi di sekitaran lokasi acara dengan adanya para penjual kecil,” jelas mantan dirut BPD Aceh periode 2000-2010 itu.
Dalam upaya memajukan UMKM, Aminullah juga telah menggalakkan program One Village One Product (OVOP) dalam pengembangan ekonomi. Dimana setiap gampong di Banda Aceh dimintai untuk menonjolkan produk unggulannya masing-masing yang kemudian akan dibantu pasarkan oleh pihak pemerintah kota.
Sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang ekonom di Aceh, Aminullah Usman terus membuktikan kiprahnya dalam bidang ekonomi, dan juga berbagai bidang lainnya. Kegiatannya ini pun terus mendapat pengakuan dari berbagai pihak di tingkat Nasional, maupun Internasional, diantaranya Artline Award dari Senior GM Artline Shachihata Jepang sebagai inspirator pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, The Best in Supporting Local Enterpreneurship 2019, dan penghargaan predikat Indonesia Visionary Leader (IVL) 2019, yang diserahkan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik pada malam Inagurasi IVL di Lido Lake Resort, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 27 Februari 2020 lalu.(riz)
Dalam kuasanya, banyak program dan kebijakan yang diambil Pemko Banda Aceh dalam menata kota. Contohnya seperti upaya pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tinggal 6,6% lagi dari 20% area publik yang ditentukan pusat, dengan area privat yang kini sudah mencapai standar nasional (10%). Selain itu, penataan kawasan heritage, kawasan kumuh, pembangunan river walk di Krueng Aceh dan Krueng Daroy, hingga relokasi Pasar Peunayong ke pasar baru di Lampulo adalah bagiannya segi pengembangan ruang publik.
Fokusnya tersebut juga berimbas pada sektor UMKM, hampir pad setiap ruang publik saat ini di penuhi dengan para pedagang kelas mikro menengah. Ada juga program lainnya, seperti zikir rutin yang diadakan setiap minggunya di pendopo wali kota, Car Free Day, kejuaran sepak bola (Persiraja/liga), dan serta menggelar event-event lainnya baik di dalam maupun luar daerah juga merupakan sebagai pendongkrak sektor UMKM.
“Event yang kita gelar itu akan menarik perhatian wisatawan yang datang ke Banda Aceh, dan juga kita sertakan stand UMKM dalam berbagai kesempatan, perputaran ekonomi juga terjadi di sekitaran lokasi acara dengan adanya para penjual kecil,” jelas mantan dirut BPD Aceh periode 2000-2010 itu.
Dalam upaya memajukan UMKM, Aminullah juga telah menggalakkan program One Village One Product (OVOP) dalam pengembangan ekonomi. Dimana setiap gampong di Banda Aceh dimintai untuk menonjolkan produk unggulannya masing-masing yang kemudian akan dibantu pasarkan oleh pihak pemerintah kota.
Sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang ekonom di Aceh, Aminullah Usman terus membuktikan kiprahnya dalam bidang ekonomi, dan juga berbagai bidang lainnya. Kegiatannya ini pun terus mendapat pengakuan dari berbagai pihak di tingkat Nasional, maupun Internasional, diantaranya Artline Award dari Senior GM Artline Shachihata Jepang sebagai inspirator pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah, The Best in Supporting Local Enterpreneurship 2019, dan penghargaan predikat Indonesia Visionary Leader (IVL) 2019, yang diserahkan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik pada malam Inagurasi IVL di Lido Lake Resort, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 27 Februari 2020 lalu.(riz)
(srf)
Lihat Juga :