Petani Sawit Rokan Hulu Pelatihan Bikin Biochar, Alternatif Pupuk Organik
Kamis, 19 Juni 2025 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Desa Bono Tapung, Riyanto mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warganya yang memang mayoritas petani kelapa sawit. “Workshop ini kegiatan yang sangat bermanfaat bagi petani, terutama dalam menambah wawasan dalam pemanfaatan limbah tankos,” ujarnya.
Riyanto juga menjelaskan kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan petani dalam mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk perawatan kebun kelapa sawitnya. “Harga pupuk kimia cukup tinggi sehingga ini menjadi cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik,” tuturnya.
“Kami berharap petani manfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini. Sebab, kita terpilih sebagai peserta kegiatan ini yang hanya digelar Aspekpir di tiga kabupaten. Yakni Kabupaten Rokan Hulu, Kampar dan Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.
Kepala Divisi UKMK BPDP Helmi Muhansah berharap kegiatan ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh petani. Mulai dari praktik hingga penerapannya di kebun kelapa sawitnya. “Bahkan kita sangat berbahagia jika setelah kegiatan ada wujud produk yang bisa dihasilkan. Misalnya pupuk organik yang kemudian dapat diperjualbelikan skala UKMK oleh petani,” terangnya saat hadir lewat virtual zoom.
Langkah yang dilakukan Aspekpir ini, kata Helmi, merupakan bentuk dukungan dalam sisi huluisasi yang juga tengah digenjot oleh pemerintah. Yakni meningkatkan produksi kebun kelapa sawit masyarakat.
“Huluisasi saat ini menjadi fokus pemerintah selain hilirisasi kelapa sawit. Namun produk hilir tidak akan maksimal jika dari sektor hulu yakni ketersediaan TBS kelapa sawit tidak optimal,” terangnya.
Riyanto juga menjelaskan kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan petani dalam mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk perawatan kebun kelapa sawitnya. “Harga pupuk kimia cukup tinggi sehingga ini menjadi cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik,” tuturnya.
“Kami berharap petani manfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini. Sebab, kita terpilih sebagai peserta kegiatan ini yang hanya digelar Aspekpir di tiga kabupaten. Yakni Kabupaten Rokan Hulu, Kampar dan Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.
Kepala Divisi UKMK BPDP Helmi Muhansah berharap kegiatan ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh petani. Mulai dari praktik hingga penerapannya di kebun kelapa sawitnya. “Bahkan kita sangat berbahagia jika setelah kegiatan ada wujud produk yang bisa dihasilkan. Misalnya pupuk organik yang kemudian dapat diperjualbelikan skala UKMK oleh petani,” terangnya saat hadir lewat virtual zoom.
Langkah yang dilakukan Aspekpir ini, kata Helmi, merupakan bentuk dukungan dalam sisi huluisasi yang juga tengah digenjot oleh pemerintah. Yakni meningkatkan produksi kebun kelapa sawit masyarakat.
“Huluisasi saat ini menjadi fokus pemerintah selain hilirisasi kelapa sawit. Namun produk hilir tidak akan maksimal jika dari sektor hulu yakni ketersediaan TBS kelapa sawit tidak optimal,” terangnya.
Lihat Juga :