Kesalahan Strategi Perang Bikin 600 Prajurit Kerajaan Singasari Dihabisi Ribuan Tentara Kediri
Senin, 16 Juni 2025 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan Singasari hanya tersisa sekitar 600 orang di bawah komando Pangeran Wijaya berhadapan ribuan pasukan Jayakatwang. Mereka bertempur dalam kondisi tak seimbang di utara ibu kota kerajaan. Pasukan Singasari bertempur dengan sengit demi mempertahankan ibu kota.
Pasukan musuh yang jumlahnya lebih besar mengepung Desa Kambang Sri lalu memaksanya mundur ke seberang Sungai Brantas yang deras. Di sanalah dia mendapati dirinya dalam situasi bahaya dengan jumlah pendukung yang tak seberapa. Sebagian besar pasukannya tenggelam, sebagian lagi tertangkap, dan sisanya yang berhasil menyeberangi sungai tercerai-berai.
Akhirnya, dia berhasil mencapai Desa Kudadu dalam kondisi letih, lapar, dan sedih. Kepala desa menyambutnya dengan tulus serta menyuguhkan makanan dan minuman. Dia memberikan tempat berlindung, menyembunyikan Pangeran Wijaya dari musuh yang tengah mencarinya.
Karena tak melihat harapan untuk menang kali ini, Wijaya memutuskan kabur ke pulau terdekat yaitu Madura. Dia berharap Bupati Madura Arya Wiraraja yang sulit ditebak jalan pikirannya itu tetap setia kepada Kerajaan Singasari meski sang raja telah gugur.
Tanpa sepengetahuan Wijaya, ternyata sang bupati adalah seorang yang licik dan suka berkomplot ke sana kemari. Namun, untuk saat ini dia siap membantu Wijaya sampai dia mengetahui ke arah mana angin berhembus. Keputusan penting dibuat Pangeran Wijaya dan pasukannya kabur melarikan diri ke Madura dengan tenaga tersisa.
Pasukan musuh yang jumlahnya lebih besar mengepung Desa Kambang Sri lalu memaksanya mundur ke seberang Sungai Brantas yang deras. Di sanalah dia mendapati dirinya dalam situasi bahaya dengan jumlah pendukung yang tak seberapa. Sebagian besar pasukannya tenggelam, sebagian lagi tertangkap, dan sisanya yang berhasil menyeberangi sungai tercerai-berai.
Akhirnya, dia berhasil mencapai Desa Kudadu dalam kondisi letih, lapar, dan sedih. Kepala desa menyambutnya dengan tulus serta menyuguhkan makanan dan minuman. Dia memberikan tempat berlindung, menyembunyikan Pangeran Wijaya dari musuh yang tengah mencarinya.
Karena tak melihat harapan untuk menang kali ini, Wijaya memutuskan kabur ke pulau terdekat yaitu Madura. Dia berharap Bupati Madura Arya Wiraraja yang sulit ditebak jalan pikirannya itu tetap setia kepada Kerajaan Singasari meski sang raja telah gugur.
Tanpa sepengetahuan Wijaya, ternyata sang bupati adalah seorang yang licik dan suka berkomplot ke sana kemari. Namun, untuk saat ini dia siap membantu Wijaya sampai dia mengetahui ke arah mana angin berhembus. Keputusan penting dibuat Pangeran Wijaya dan pasukannya kabur melarikan diri ke Madura dengan tenaga tersisa.
(jon)
Lihat Juga :