Kunjungi Papua, Kepala BPIP: Hadirkan Pancasila dengan Pendekatan Afektif-Partisipatif
Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPIP mengumumkan rencana kembali ke Papua pada September mendatang untuk menggelar sosialisasi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila bagi para guru di seluruh wilayah Papua.
BTU ini telah disusun dan dikembangkan BPIP bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dirancang dengan komposisi nilai yang berbeda yakni 70% afektif, 30% kognitif. Total 24 buku telah disiapkan, dari tingkat PAUD hingga SMA, untuk siswa dan guru.
Baca juga: Presiden Prabowo: Pancasila Jangan Hanya Jadi Mantra dan Slogan
“Papua tidak kurang cinta pada Indonesia. Yang perlu kita jaga adalah ruang kebersamaan agar suara mereka tetap merasa didengar dan dihargai. Kami ingin agar sosialisasi ini menjangkau seluruh provinsi. Pendidikan Pancasila harus menyentuh hati, bukan hanya di lisan,” tegasnya.
Selain itu, BPIP juga mendorong penguatan wawasan kebangsaan di daerah perbatasan dan menggerakan Program KKN Pancasila di kampus-kampus Papua. Mahasiswa diharapkan menjadi agen pemersatu dan penggerak nilai kebangsaan melalui kerja nyata bersama masyarakat.
BTU ini telah disusun dan dikembangkan BPIP bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dirancang dengan komposisi nilai yang berbeda yakni 70% afektif, 30% kognitif. Total 24 buku telah disiapkan, dari tingkat PAUD hingga SMA, untuk siswa dan guru.
Baca juga: Presiden Prabowo: Pancasila Jangan Hanya Jadi Mantra dan Slogan
“Papua tidak kurang cinta pada Indonesia. Yang perlu kita jaga adalah ruang kebersamaan agar suara mereka tetap merasa didengar dan dihargai. Kami ingin agar sosialisasi ini menjangkau seluruh provinsi. Pendidikan Pancasila harus menyentuh hati, bukan hanya di lisan,” tegasnya.
Selain itu, BPIP juga mendorong penguatan wawasan kebangsaan di daerah perbatasan dan menggerakan Program KKN Pancasila di kampus-kampus Papua. Mahasiswa diharapkan menjadi agen pemersatu dan penggerak nilai kebangsaan melalui kerja nyata bersama masyarakat.
Lihat Juga :