Kunjungi Papua, Kepala BPIP: Hadirkan Pancasila dengan Pendekatan Afektif-Partisipatif
Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Yudian juga menyampaikan Papua bukan hanya penting secara geografis, tetapi juga strategis dalam membumikan nilai-nilai luhur bangsa. BPIP juga mengingatkan setiap tahun lembaga ini memberikan Anugerah Insan dan Ikon Prestasi Pancasila. Tahun lalu, salah satu anak muda dari Papua terpilih karena aksi penanaman mangrove bersama masyarakat.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya pemahaman, tapi keteladanan. BPIP hanya memberi stimulus. Gotong royong masyarakatlah yang menghidupkan Pancasila,” ucapnya.
Dalam lawatannya ke Papua, Kepala BPIP didampingi Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Prakoso, dan Direktur Jaringan dan Pembudayaan sekaligus Plt. Direktur Hubungan Antarlembaga dan Kerjasama, Toto Purbiyanto. Termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Papua Suzana Dewijana Wanggai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pj. Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn.) Ramses Limbong menyambut baik langkah ini dan memberikan sejumlah catatan penting. “Kami menyarankan agar materi Pancasila dibuat lebih ringan, mudah dipahami anak-anak, dan disesuaikan dengan konteks kekinian. Dengan pendekatan lokal seperti musik, sepak bola, budaya. Kami yakin pesan Pancasila akan lebih diterima,” ujarnya.
Dia juga menekankan masyarakat Papua memiliki nasionalisme yang kuat. “Orang Papua, dari kota hingga pelosok kampung, bisa bahasa Indonesia. Papua ini sangat Indonesia. Tapi tantangan kita adalah menjaga rasa kesatuan di tengah derasnya arus informasi. Kami butuh pembinaan ideologi yang menyentuh dan relevan, agar anak muda Papua tidak merasa asing di Tanah Airnya sendiri”, tambahnya.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya pemahaman, tapi keteladanan. BPIP hanya memberi stimulus. Gotong royong masyarakatlah yang menghidupkan Pancasila,” ucapnya.
Dalam lawatannya ke Papua, Kepala BPIP didampingi Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Prakoso, dan Direktur Jaringan dan Pembudayaan sekaligus Plt. Direktur Hubungan Antarlembaga dan Kerjasama, Toto Purbiyanto. Termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Papua Suzana Dewijana Wanggai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pj. Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn.) Ramses Limbong menyambut baik langkah ini dan memberikan sejumlah catatan penting. “Kami menyarankan agar materi Pancasila dibuat lebih ringan, mudah dipahami anak-anak, dan disesuaikan dengan konteks kekinian. Dengan pendekatan lokal seperti musik, sepak bola, budaya. Kami yakin pesan Pancasila akan lebih diterima,” ujarnya.
Dia juga menekankan masyarakat Papua memiliki nasionalisme yang kuat. “Orang Papua, dari kota hingga pelosok kampung, bisa bahasa Indonesia. Papua ini sangat Indonesia. Tapi tantangan kita adalah menjaga rasa kesatuan di tengah derasnya arus informasi. Kami butuh pembinaan ideologi yang menyentuh dan relevan, agar anak muda Papua tidak merasa asing di Tanah Airnya sendiri”, tambahnya.
(cip)
Lihat Juga :