500 TKA-nya Mau Masuk Indonesia, Perusahaan China Ini Sumbang Ribuan Alat Rapid Test
Minggu, 03 Mei 2020 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kepala Bagian Logistik Dinas Kesehatan Provinsi Sultra untuk Penanganan Wabah COVID-19, Irma Tamburaka mengatakan, per hari ini memang terjadi kekosongan stok alat tes cepat di Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sultra.
"Kami memang per hari ini mengalami kekosongan stok alat rapid test karena hari ini baberapa Gugus Tugas Kabupaten seperti Bombana dan Buton telah datang mengambil. Tetapi, alhamdulillah, sore ini kami dapat bantuan 7.500 pieces dari VDNI dan OSS, saya kira ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Sultra," kata Irma.
Rencananya, lanjut Irma, alat tes cepat ini akan distribusikan ke tujuh belas kabupaten dan kota yang ada di Sultra dengan berdasarkan jumlah pasien yang ada di masing-masing daerah.
"Kami akan lihat berdasarkan jumlah OTG, ODP, dan PDP di masing-masing daerah. Distribusinya pasti akan lebih besar kepada daerah yang jumlah OTG, ODP, dan PDP-nya lebih banyak," pungkasnya.
"Kami memang per hari ini mengalami kekosongan stok alat rapid test karena hari ini baberapa Gugus Tugas Kabupaten seperti Bombana dan Buton telah datang mengambil. Tetapi, alhamdulillah, sore ini kami dapat bantuan 7.500 pieces dari VDNI dan OSS, saya kira ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Sultra," kata Irma.
Rencananya, lanjut Irma, alat tes cepat ini akan distribusikan ke tujuh belas kabupaten dan kota yang ada di Sultra dengan berdasarkan jumlah pasien yang ada di masing-masing daerah.
"Kami akan lihat berdasarkan jumlah OTG, ODP, dan PDP di masing-masing daerah. Distribusinya pasti akan lebih besar kepada daerah yang jumlah OTG, ODP, dan PDP-nya lebih banyak," pungkasnya.
(sms)
Lihat Juga :