Kunjungan Wamen Ekraf ke Paviliun Kriya Nusantara Bandung, Dorong Sinergi Industri Kreatif Jabar
Selasa, 10 Juni 2025 - 18:03 WIB
loading...
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar melakukan kunjungan kerja dan diskusi informal di Paviliun Kriya Nusantara, Bandung. Foto: Ist
A
A
A
BANDUNG - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar melakukan kunjungan kerja dan diskusi informal di Paviliun Kriya Nusantara, Bandung. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Bandung Raya, Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), pelaku usaha di sektor fashion, Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), PUM Belanda (Netherlands Senior Experts), serta para ahli dan penggiat di bidang parfum dan aroma.
Diskusi berlangsung dalam suasana santai, namun produktif dengan memfokuskan pada pengembangan industri kreatif di Jawa Barat, khususnya subsektor industri parfum yang menunjukkan potensi signifikan untuk tumbuh dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Baca juga: Indonesia dan Prancis Kerja Sama Penguatan Ekraf
Dalam forum ini, peserta saling berbagi pandangan, tantangan, dan potensi kolaborasi lintas sektor demi mendorong inovasi, hilirisasi produk, serta nilai tambah dalam industri kreatif Indonesia.
Irene menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas kreatif agar dapat menghadirkan solusi konkret sekaligus berkelanjutan.
Menurut Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur, salah satu poin strategis yakni urgensi penguatan Indonesia Design Trend sebagai landasan bersama dalam strategi desain produk kreatif nasional. HIMKI menilai Indonesia International Furniture Expo (IFEX) merupakan platform ideal untuk merealisasikan agenda tersebut sekaligus memperkuat daya saing produk mebel dan kerajinan lokal di pasar global.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan kearifan lokal, terutama di wilayah Jabar.
Usai diskusi, rombongan Wamen Ekraf melanjutkan kunjungan ke Jagat Aroma, event aroma terbesar di Jabar yang diselenggarakan di Graha Manggala Siliwangi, Bandung sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi besar sektor parfum, minyak atsiri, dan aroma therapy dalam industri kreatif nasional.
Diskusi berlangsung dalam suasana santai, namun produktif dengan memfokuskan pada pengembangan industri kreatif di Jawa Barat, khususnya subsektor industri parfum yang menunjukkan potensi signifikan untuk tumbuh dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Baca juga: Indonesia dan Prancis Kerja Sama Penguatan Ekraf
Dalam forum ini, peserta saling berbagi pandangan, tantangan, dan potensi kolaborasi lintas sektor demi mendorong inovasi, hilirisasi produk, serta nilai tambah dalam industri kreatif Indonesia.
Irene menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas kreatif agar dapat menghadirkan solusi konkret sekaligus berkelanjutan.
Menurut Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur, salah satu poin strategis yakni urgensi penguatan Indonesia Design Trend sebagai landasan bersama dalam strategi desain produk kreatif nasional. HIMKI menilai Indonesia International Furniture Expo (IFEX) merupakan platform ideal untuk merealisasikan agenda tersebut sekaligus memperkuat daya saing produk mebel dan kerajinan lokal di pasar global.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan kearifan lokal, terutama di wilayah Jabar.
Usai diskusi, rombongan Wamen Ekraf melanjutkan kunjungan ke Jagat Aroma, event aroma terbesar di Jabar yang diselenggarakan di Graha Manggala Siliwangi, Bandung sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi besar sektor parfum, minyak atsiri, dan aroma therapy dalam industri kreatif nasional.
(jon)
Lihat Juga :