Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda, 9 Retakan Baru Ancam Pergerakan Tim SAR
Rabu, 04 Juni 2025 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau dua patahan bertemu di titik yang lemah, bisa saja longsor susulan terjadi sewaktu-waktu. Jadi, kami harus sangat waspada,” tambahnya.
Baca juga: Haji Karim dan Manajernya Ditahan Polda Jabar terkait Longsor Gunung Kuda
Sementara itu, Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, mengakui bahwa hingga hari keenam pencarian, hasilnya masih nihil. Namun, semangat para relawan dan petugas tetap tinggi.
"Pencarian hari ini masih belum membuahkan hasil. Tapi kami tetap lanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh tim," kata Yusron usai penarikan alat berat dari lokasi.
Yusron menambahkan, ancaman longsor susulan menjadi tantangan terbesar dalam proses evakuasi. Oleh karena itu, keterlibatan tim dari ESDM dan inspektur tambang sangat penting untuk meminimalkan risiko.
Pencarian hari ini difokuskan di sektor kiri batu besar atau worksheet A, setelah anjing pelacak K9 mengendus tiga titik yang terindikasi keberadaan jenazah. Selain itu, aroma menyengat yang mulai tercium di lokasi menjadi petunjuk tambahan bagi tim SAR.
"Kami manusia saja sudah bisa mencium bau menyengat. Apalagi dengan kemampuan K9, tentu lebih akurat," ujarnya.
Baca juga: Haji Karim dan Manajernya Ditahan Polda Jabar terkait Longsor Gunung Kuda
Sementara itu, Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, mengakui bahwa hingga hari keenam pencarian, hasilnya masih nihil. Namun, semangat para relawan dan petugas tetap tinggi.
"Pencarian hari ini masih belum membuahkan hasil. Tapi kami tetap lanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh tim," kata Yusron usai penarikan alat berat dari lokasi.
Yusron menambahkan, ancaman longsor susulan menjadi tantangan terbesar dalam proses evakuasi. Oleh karena itu, keterlibatan tim dari ESDM dan inspektur tambang sangat penting untuk meminimalkan risiko.
Pencarian hari ini difokuskan di sektor kiri batu besar atau worksheet A, setelah anjing pelacak K9 mengendus tiga titik yang terindikasi keberadaan jenazah. Selain itu, aroma menyengat yang mulai tercium di lokasi menjadi petunjuk tambahan bagi tim SAR.
"Kami manusia saja sudah bisa mencium bau menyengat. Apalagi dengan kemampuan K9, tentu lebih akurat," ujarnya.
Lihat Juga :