Kisah Lembu Peteng, Penguasa Madura Masuk Islam setelah Kerisnya Tak Mempan Tikam Sunan Ampel
Minggu, 01 Juni 2025 - 12:19 WIB
loading...
A
A
A
Dalam catatan sejarah lainnya, Sunan Ampel juga sempat mendapat ejekan dari kalangan masyarakat Majapahit ketika memperkenalkan salat lima waktu. Gerakan salat yang dianggap asing oleh masyarakat saat itu menjadi bahan tertawaan. Namun, Sunan Ampel tetap bersikap tenang dan sabar.
Ejekan juga datang saat Sunan Ampel memilih menghindari makanan tertentu seperti daging babi dan katak yang saat itu populer di kalangan masyarakat Majapahit. Dia lebih memilih daging kambing meski dianggap berbau oleh orang-orang di sekitarnya. Meski dicemooh, Sunan Ampel membalasnya dengan senyuman.
Setibanya di Jawa, Sunan Ampel menetap di kawasan Ampel, Surabaya. Dia kemudian diangkat sebagai imam oleh Raja Majapahit dan menjadi salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam.
Menurut Sedjarah Regent Soerabaja, Sunan Ampel bahkan disebut sebagai bupati pertama Surabaya. Dia juga dikenal sebagai ayah dari dua wali besar lainnya yakni Sunan Bonang dan Sunan Drajat yang turut melanjutkan dakwah Islam di wilayah pesisir utara Jawa.
Ejekan juga datang saat Sunan Ampel memilih menghindari makanan tertentu seperti daging babi dan katak yang saat itu populer di kalangan masyarakat Majapahit. Dia lebih memilih daging kambing meski dianggap berbau oleh orang-orang di sekitarnya. Meski dicemooh, Sunan Ampel membalasnya dengan senyuman.
Latar Belakang dan Peran Strategis
Sunan Ampel merupakan putra dari Syekh Ibrahim As-Samarkandi, seorang ulama dari Kerajaan Campa (sekarang Kamboja). Dia tiba di Pulau Jawa pada awal abad ke-15 setelah Kerajaan Campa runtuh akibat serangan Kerajaan Koci (Vietnam).Setibanya di Jawa, Sunan Ampel menetap di kawasan Ampel, Surabaya. Dia kemudian diangkat sebagai imam oleh Raja Majapahit dan menjadi salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam.
Menurut Sedjarah Regent Soerabaja, Sunan Ampel bahkan disebut sebagai bupati pertama Surabaya. Dia juga dikenal sebagai ayah dari dua wali besar lainnya yakni Sunan Bonang dan Sunan Drajat yang turut melanjutkan dakwah Islam di wilayah pesisir utara Jawa.
(jon)
Lihat Juga :