Momen Raja Mataram dari Arogan Jadi Pemaaf dan Sabar Berkat Penghulu Sakti
Sabtu, 31 Mei 2025 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Kiai Penghulu mengangkat sembah mulai berdoa. Baru dua kali terdengar ucapan amin, semua hidangan berubah bentuknya. Sesudah ucapan amin yang ketiga, semua hidangan kembali menjadi mentah.
Sultan Agung menjadi heran karena sudah mengetahui sendiri bukti dan akibatnya mengapa penghulu selalu menolak mendoakan setiap selamatan. Sultan Agung menjadi dan senang hatinya. Kiai Penghulu Ahmad kemudian mendapat hadiah berupa serban, dodot, dan cundrik.
Dari sanalah Babad Sultan Agung, sang penguasa Mataram ini memiliki sifat lain di balik tegasnya. Sosoknya ternyata terdapat sifat lemah lembut, pemaaf, dan murah hati. Hal ini pulalah yang membuat Sultan Agung menjadi raja yang mengantarkan Kerajaan Mataram kepada masa kejayaan.
Sultan Agung menjadi heran karena sudah mengetahui sendiri bukti dan akibatnya mengapa penghulu selalu menolak mendoakan setiap selamatan. Sultan Agung menjadi dan senang hatinya. Kiai Penghulu Ahmad kemudian mendapat hadiah berupa serban, dodot, dan cundrik.
Dari sanalah Babad Sultan Agung, sang penguasa Mataram ini memiliki sifat lain di balik tegasnya. Sosoknya ternyata terdapat sifat lemah lembut, pemaaf, dan murah hati. Hal ini pulalah yang membuat Sultan Agung menjadi raja yang mengantarkan Kerajaan Mataram kepada masa kejayaan.
(jon)
Lihat Juga :