Asyik, 128 Warga Korban PHK Dapat Pelatihan 20 Hari
Selasa, 08 September 2020 - 03:45 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka bisa berwirausaha secara mandiri di sektor pertanian dengan memanfaatkan skill yang didapat selama pelatihan. Nantinya juga ada kolaborsi antara Ditjen Binalattas yang konsen dipelatihannya, serta Ditjen Binapenta dan PKK untuk follow up setelah pelatihan," tuturnya. (Baca juga : Sebut WFH Tak Efektif, Bupati Kembali Buka Perkantoran Pemda KBB )
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Iing Solihin menyebutkan, imbas COVID-19 tidak hanya dirasakan oleh pekerja formal tapi juga informal. Sebagai tindaklanjut kerja sama antara Pemda KBB dan Menteri Tenaga Kerja pada 19 Juli 2020, dilakukan pelatihan tahap pertama ini. Pesertanya adalah hasil seleksi rekrutmen para korban PHK di wilayah Ngamprah dan sekitarnya.
Pemda KBB dalam program ini adalah sebagai penerima manfaat, sebab untuk anggaran, pelatihan, termasuk bibit pertanian semua ditanggung oleh pihak kementerian. Jika program ini sukses di lahan 10 ha maka ke depan akan diperluas menjadi 50 ha dan saat ini sedang diinventarisasi lahan-lahan yang tidak produktif untuk dimanfaatkan.
"Selain fokus di komoditas sayuran program ini juga mengembangkan kacang edamame kualitas premium. Komoditas itu banyak dilirik eksportir dengan permintaan mencapai 4 ton/hari. Makanya kami juga bekerja sama dengan Kementan agar programnya bisa berkesinambungan," ucapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Iing Solihin menyebutkan, imbas COVID-19 tidak hanya dirasakan oleh pekerja formal tapi juga informal. Sebagai tindaklanjut kerja sama antara Pemda KBB dan Menteri Tenaga Kerja pada 19 Juli 2020, dilakukan pelatihan tahap pertama ini. Pesertanya adalah hasil seleksi rekrutmen para korban PHK di wilayah Ngamprah dan sekitarnya.
Pemda KBB dalam program ini adalah sebagai penerima manfaat, sebab untuk anggaran, pelatihan, termasuk bibit pertanian semua ditanggung oleh pihak kementerian. Jika program ini sukses di lahan 10 ha maka ke depan akan diperluas menjadi 50 ha dan saat ini sedang diinventarisasi lahan-lahan yang tidak produktif untuk dimanfaatkan.
"Selain fokus di komoditas sayuran program ini juga mengembangkan kacang edamame kualitas premium. Komoditas itu banyak dilirik eksportir dengan permintaan mencapai 4 ton/hari. Makanya kami juga bekerja sama dengan Kementan agar programnya bisa berkesinambungan," ucapnya.
(nun)
Lihat Juga :