Diterjang Banjir Bandang, Kota Tenggarong Lumpuh
Selasa, 27 Mei 2025 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut keterangan Gilang Irwan, petugas BMKG Samarinda, wilayah Kutai Kartanegara memang sedang berada pada puncak musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tergolong menengah hingga tinggi. “Di wilayah tengah hingga utara Kukar, curah hujan diperkirakan mencapai 100 sampai 150 milimeter per sepuluh hari,” ujar Gilang kepada iNews.
Baca juga: Jakarta Masuk Puncak Daftar Kota Dunia yang Akan Hadapi Banjir Dahsyat
Wilayah pesisir Kukar, seperti yang berbatasan langsung dengan Kota Samarinda, juga tercatat memiliki curah hujan harian sekitar 50 milimeter. “Itu masih kategori menengah, tapi karena berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa signifikan,” kata Gilang.
BMKG Samarinda telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dan meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui akun Instagram mereka di @bmkg_samarinda. “Walaupun musim kemarau diperkirakan baru mulai akhir Juni, saat ini curah hujan masih tinggi. Masyarakat tetap harus waspada,” ujar Gilang.
Hingga siang hari, hujan belum juga reda di sebagian besar wilayah Tenggarong. Sejumlah warga mulai mengeluhkan sulitnya akses keluar rumah dan terbatasnya bahan makanan. Mereka berharap penyaluran logistik dari pemerintah daerah segera dilakukan, termasuk makanan siap saji dan kebutuhan darurat lainnya.
Baca juga: Jakarta Masuk Puncak Daftar Kota Dunia yang Akan Hadapi Banjir Dahsyat
Wilayah pesisir Kukar, seperti yang berbatasan langsung dengan Kota Samarinda, juga tercatat memiliki curah hujan harian sekitar 50 milimeter. “Itu masih kategori menengah, tapi karena berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa signifikan,” kata Gilang.
BMKG Samarinda telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dan meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui akun Instagram mereka di @bmkg_samarinda. “Walaupun musim kemarau diperkirakan baru mulai akhir Juni, saat ini curah hujan masih tinggi. Masyarakat tetap harus waspada,” ujar Gilang.
Hingga siang hari, hujan belum juga reda di sebagian besar wilayah Tenggarong. Sejumlah warga mulai mengeluhkan sulitnya akses keluar rumah dan terbatasnya bahan makanan. Mereka berharap penyaluran logistik dari pemerintah daerah segera dilakukan, termasuk makanan siap saji dan kebutuhan darurat lainnya.
(cip)
Lihat Juga :