Diterjang Banjir Bandang, Kota Tenggarong Lumpuh
Selasa, 27 Mei 2025 - 12:35 WIB
loading...
Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, lumpuh akibat banjir bandang. Foto/SindoNews
A
A
A
TENGGARONG - Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, lumpuh akibat banjir bandang . Genangan air meluas ke hampir seluruh titik kota setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak malam sebelumnya. Jalan-jalan utama terendam, sekolah diliburkan, dan warga terpaksa beraktivitas dari lantai dua rumah mereka.
“Dari jam enam pagi air sudah naik. Ini banjir terbesar selama sepuluh tahun terakhir. Wilayah kami ini dataran tinggi, seumur hidup belum pernah kena banjir. Tapi sekarang, hampir semua titik di Tenggarong tergenang,” ujar Ahmad Faisal, warga Jalan Pesut, Selasa (27/5/2025).
Faisal menyebut banjir ini bukan persoalan pembangunan atau drainase. Banjir kali ini merupakan murni faktor alam. Faisal menambahkan, untuk memasak pun warga kini harus berpindah ke lantai atas. “Kita sedang musim penghujan. Saya pikir masyarakat bisa menerima, asal bantuan logistik segera disalurkan,” ujarnya.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Permukiman Warga di Cimaung Bandung
Sejumlah sekolah di Kecamatan Tenggarong meniadakan kegiatan belajar mengajar. Aktivitas warga nyaris lumpuh total. Petugas dari BPBD, Damkar, dan kepolisian dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengamanan di titik-titik terdampak parah, seperti Jalan Belida, Jalan Naga, hingga kawasan Wolter Monginsidi.
Menurut keterangan Gilang Irwan, petugas BMKG Samarinda, wilayah Kutai Kartanegara memang sedang berada pada puncak musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tergolong menengah hingga tinggi. “Di wilayah tengah hingga utara Kukar, curah hujan diperkirakan mencapai 100 sampai 150 milimeter per sepuluh hari,” ujar Gilang kepada iNews.
Baca juga: Jakarta Masuk Puncak Daftar Kota Dunia yang Akan Hadapi Banjir Dahsyat
Wilayah pesisir Kukar, seperti yang berbatasan langsung dengan Kota Samarinda, juga tercatat memiliki curah hujan harian sekitar 50 milimeter. “Itu masih kategori menengah, tapi karena berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa signifikan,” kata Gilang.
BMKG Samarinda telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dan meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui akun Instagram mereka di @bmkg_samarinda. “Walaupun musim kemarau diperkirakan baru mulai akhir Juni, saat ini curah hujan masih tinggi. Masyarakat tetap harus waspada,” ujar Gilang.
Hingga siang hari, hujan belum juga reda di sebagian besar wilayah Tenggarong. Sejumlah warga mulai mengeluhkan sulitnya akses keluar rumah dan terbatasnya bahan makanan. Mereka berharap penyaluran logistik dari pemerintah daerah segera dilakukan, termasuk makanan siap saji dan kebutuhan darurat lainnya.
“Dari jam enam pagi air sudah naik. Ini banjir terbesar selama sepuluh tahun terakhir. Wilayah kami ini dataran tinggi, seumur hidup belum pernah kena banjir. Tapi sekarang, hampir semua titik di Tenggarong tergenang,” ujar Ahmad Faisal, warga Jalan Pesut, Selasa (27/5/2025).
Faisal menyebut banjir ini bukan persoalan pembangunan atau drainase. Banjir kali ini merupakan murni faktor alam. Faisal menambahkan, untuk memasak pun warga kini harus berpindah ke lantai atas. “Kita sedang musim penghujan. Saya pikir masyarakat bisa menerima, asal bantuan logistik segera disalurkan,” ujarnya.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Permukiman Warga di Cimaung Bandung
Sejumlah sekolah di Kecamatan Tenggarong meniadakan kegiatan belajar mengajar. Aktivitas warga nyaris lumpuh total. Petugas dari BPBD, Damkar, dan kepolisian dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengamanan di titik-titik terdampak parah, seperti Jalan Belida, Jalan Naga, hingga kawasan Wolter Monginsidi.
Menurut keterangan Gilang Irwan, petugas BMKG Samarinda, wilayah Kutai Kartanegara memang sedang berada pada puncak musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tergolong menengah hingga tinggi. “Di wilayah tengah hingga utara Kukar, curah hujan diperkirakan mencapai 100 sampai 150 milimeter per sepuluh hari,” ujar Gilang kepada iNews.
Baca juga: Jakarta Masuk Puncak Daftar Kota Dunia yang Akan Hadapi Banjir Dahsyat
Wilayah pesisir Kukar, seperti yang berbatasan langsung dengan Kota Samarinda, juga tercatat memiliki curah hujan harian sekitar 50 milimeter. “Itu masih kategori menengah, tapi karena berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa signifikan,” kata Gilang.
BMKG Samarinda telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dan meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui akun Instagram mereka di @bmkg_samarinda. “Walaupun musim kemarau diperkirakan baru mulai akhir Juni, saat ini curah hujan masih tinggi. Masyarakat tetap harus waspada,” ujar Gilang.
Hingga siang hari, hujan belum juga reda di sebagian besar wilayah Tenggarong. Sejumlah warga mulai mengeluhkan sulitnya akses keluar rumah dan terbatasnya bahan makanan. Mereka berharap penyaluran logistik dari pemerintah daerah segera dilakukan, termasuk makanan siap saji dan kebutuhan darurat lainnya.
(cip)
Lihat Juga :