Heroik! Pasukan Selempang Merah di Jambi Bantu TNI Pukul Mundur Penjajah Belanda
Sabtu, 24 Mei 2025 - 01:05 WIB
loading...
A
A
A
Kepemimpinan kemudian diambil alih H Saman yang terus melanjutkan perlawanan. Menyadari kerugian besar di medan laut, strategi pun diubah ke serangan darat. Pada 23 Februari 1949, sebanyak 441 pejuang terpilih melancarkan serangan besar-besaran.
Pasukan yang terdiri dari anggota Selempang Merah, TNI, polisi, hingga masyarakat umum ini dibagi menjadi 21 kelompok kecil. Serangan yang dimulai sebelum subuh itu berhasil membakar beberapa pos Belanda, meski harus ditebus dengan 30 pejuang gugur.
Belanda yang terdesak kemudian memperketat pertahanan dengan memasang kawat berduri di sekeliling markasnya. Namun, hal ini tidak menghentikan perlawanan. Pada 8 Maret 1949, pasukan gabungan kembali menyerang dengan kekuatan 150 orang.
Sebanyak 12 pejuang gugur dalam pertempuran ini. Perlawanan terakhir terjadi pada 16 Maret 1949 di bawah pimpinan Panglima Camak dari Sungai Undan. Sayangnya, ketimpangan persenjataan membuat 90 pejuang termasuk Panglima Camak gugur sebagai syuhada.
Perjuangan gigih Selempang Merah bersama TNI akhirnya membuahkan hasil. Belanda secara bertahap mulai meninggalkan Kuala Tungkal.
Pasukan yang terdiri dari anggota Selempang Merah, TNI, polisi, hingga masyarakat umum ini dibagi menjadi 21 kelompok kecil. Serangan yang dimulai sebelum subuh itu berhasil membakar beberapa pos Belanda, meski harus ditebus dengan 30 pejuang gugur.
Belanda yang terdesak kemudian memperketat pertahanan dengan memasang kawat berduri di sekeliling markasnya. Namun, hal ini tidak menghentikan perlawanan. Pada 8 Maret 1949, pasukan gabungan kembali menyerang dengan kekuatan 150 orang.
Sebanyak 12 pejuang gugur dalam pertempuran ini. Perlawanan terakhir terjadi pada 16 Maret 1949 di bawah pimpinan Panglima Camak dari Sungai Undan. Sayangnya, ketimpangan persenjataan membuat 90 pejuang termasuk Panglima Camak gugur sebagai syuhada.
Perjuangan gigih Selempang Merah bersama TNI akhirnya membuahkan hasil. Belanda secara bertahap mulai meninggalkan Kuala Tungkal.
(jon)
Lihat Juga :