Kelangkaan BBM di Balikpapan, Pertamina Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya
Jum'at, 23 Mei 2025 - 07:18 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) meminta maaf dan mengungkap penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balikpapan, Kalimantan Timur sejak beberapa waktu terakhir. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) meminta maaf atas adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sejak beberapa waktu terakhir. Perusahaan minyak pelat merah ini pun mengungkap penyebab kelangkaan BBM yang membuat antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Minyak ini.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro menjelaskan, pihaknya sempat menghentikan proses distribusi BBM ke Kota Balikpapan. Hal itu didasari lantaran kualitas BBM yang ada tidak memenuhi standar.
Baca juga: Heboh Stok BBM di SPBU Shell Kosong, Bahlil Klaim Bukan Soal Izin Impor
"Pada saat itu, kami mendapati BBM yang akan dipasarkan speknya masih belum masuk pak. Speknya belum masuk, sehingga tidak kita distribusikan," kata Wiko saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2025).
Wiko mengatakan, pihaknya lebih memikih untuk mengambik stok BBM dari Kota Samarinda ataupun Banjarmasin dibanding harus mendistribusikan minyak dari stok yang ada di Balikpapan.
"Kita memilih mengambil stok dari Samarinda dan Banjarmasin, termasuk memproduksi ulang dari kilang Balikpapan," tutur Wiko.
"Jadi itu bagian dari kami untuk tidak mendistribusikan BBM yang kualitasnya tidak masuk," imbuhnya.
Baca juga: Bali Alami Kelangkaan BBM, Sudah 2 Hari Terjadi Antrean Kendaraan di SPBU
Kendati demikian, Wiko meminta maaf bila stok BBM di Balikpapan sempat langka. Ia menyadari, pihaknya perlu menghitung jumlah stok BBM agar tak terjadi kelangkaan.
"Kami mohon maaf apabila kemudian ternyata sempat ada kekosongan, mestinya memang kita harus menghitung minimum stok level yang cukup apabila terjadi situasi yang seperti sekarang, kita bisa tetap mensuplai kebutuhan di Balikpapan," pungkasnya.
Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan sempat terjadi antrean panjang beberapa waktu lalu. Namun, kondisi saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda normal.
Meski masih ada antrean, kondisinya tidak lagi separah hari-hari sebelumnya.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi SPBU. Turut hadir Sekda Balikpapan Muhaimin, sejumlah pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda.
“Kami turun mengecek langsung kondisi di lapangan. Kita pastikan pelayanan 24 jam untuk sementara ini tetap berlaku sampai situasi benar-benar normal,” kata Rahmad Mas’ud, Rabu (22/5/2025).
Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro menjelaskan, pihaknya sempat menghentikan proses distribusi BBM ke Kota Balikpapan. Hal itu didasari lantaran kualitas BBM yang ada tidak memenuhi standar.
Baca juga: Heboh Stok BBM di SPBU Shell Kosong, Bahlil Klaim Bukan Soal Izin Impor
"Pada saat itu, kami mendapati BBM yang akan dipasarkan speknya masih belum masuk pak. Speknya belum masuk, sehingga tidak kita distribusikan," kata Wiko saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2025).
Wiko mengatakan, pihaknya lebih memikih untuk mengambik stok BBM dari Kota Samarinda ataupun Banjarmasin dibanding harus mendistribusikan minyak dari stok yang ada di Balikpapan.
"Kita memilih mengambil stok dari Samarinda dan Banjarmasin, termasuk memproduksi ulang dari kilang Balikpapan," tutur Wiko.
"Jadi itu bagian dari kami untuk tidak mendistribusikan BBM yang kualitasnya tidak masuk," imbuhnya.
Baca juga: Bali Alami Kelangkaan BBM, Sudah 2 Hari Terjadi Antrean Kendaraan di SPBU
Kendati demikian, Wiko meminta maaf bila stok BBM di Balikpapan sempat langka. Ia menyadari, pihaknya perlu menghitung jumlah stok BBM agar tak terjadi kelangkaan.
"Kami mohon maaf apabila kemudian ternyata sempat ada kekosongan, mestinya memang kita harus menghitung minimum stok level yang cukup apabila terjadi situasi yang seperti sekarang, kita bisa tetap mensuplai kebutuhan di Balikpapan," pungkasnya.
Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan sempat terjadi antrean panjang beberapa waktu lalu. Namun, kondisi saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda normal.
Meski masih ada antrean, kondisinya tidak lagi separah hari-hari sebelumnya.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi SPBU. Turut hadir Sekda Balikpapan Muhaimin, sejumlah pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda.
“Kami turun mengecek langsung kondisi di lapangan. Kita pastikan pelayanan 24 jam untuk sementara ini tetap berlaku sampai situasi benar-benar normal,” kata Rahmad Mas’ud, Rabu (22/5/2025).
(shf)
Lihat Juga :