Zona Oranye, Positif Corona di Kota Bogor Kembali Bertambah 22 Orang
Senin, 07 September 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, pihaknya tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yang sedang berlangsung hingga saat ini. (Baca juga: Warga Pasar Minggu Tak Pakai Masker Dihukum Mengecat Road Barrier )
"PSBMK akan diteruskan atau dicabut masih menunggu evaluasi menyeluruh tanggal 10 mendatang. Namun tentu kita tidak boleh gegabah karena prediksi para ahli epidemiology, puncak pandemi baru akan terjadi tahun 2021," ungkapnya.
Ia menjelaskan, berubahnya status Kota Bogor dari zona merah ke zona oranye kata dia merujuk pada 11 dari 15 indikator epidemiologi kesehatan masyarakat. "Tapi salah satunya Rt atau R0, tingkat kesembuhan, okupansi bed di RS dengan kapasitas terpasang (itu ada semua di Kota Bogor)," katanya.
Ia menyebutkan Bogor dari zona merah ke zona oranye berdasarkan indikator RT dan R0. Sekadar diketahui R0 merupakan angka reproduksi atau potensi penularan dari penyakit Covid-19. R0 R0 yang terkendali adalah yang mendekati nol.
"PSBMK akan diteruskan atau dicabut masih menunggu evaluasi menyeluruh tanggal 10 mendatang. Namun tentu kita tidak boleh gegabah karena prediksi para ahli epidemiology, puncak pandemi baru akan terjadi tahun 2021," ungkapnya.
Ia menjelaskan, berubahnya status Kota Bogor dari zona merah ke zona oranye kata dia merujuk pada 11 dari 15 indikator epidemiologi kesehatan masyarakat. "Tapi salah satunya Rt atau R0, tingkat kesembuhan, okupansi bed di RS dengan kapasitas terpasang (itu ada semua di Kota Bogor)," katanya.
Ia menyebutkan Bogor dari zona merah ke zona oranye berdasarkan indikator RT dan R0. Sekadar diketahui R0 merupakan angka reproduksi atau potensi penularan dari penyakit Covid-19. R0 R0 yang terkendali adalah yang mendekati nol.
(mhd)
Lihat Juga :