Taktik Supit Urang, Strategi Jitu dan Cerdik Jenderal Sudirman Kuasai Ambarawa

Senin, 19 Mei 2025 - 16:31 WIB
loading...
Taktik Supit Urang,...
Taktik Supit Urang merupakan salah satu strategi yang digunakan Jenderal Sudirman dalam Pertempuran Ambarawa melawan Tentara Sekutu yang membonceng NICA. Foto: Ist
A A A
TAKTIKSupit Urang merupakan salah satu strategi yang digunakan Jenderal Sudirman dalam Pertempuran Ambarawa melawan Tentara Sekutu yang membonceng NICA. Pertempuran ini menjadi salah satu momen penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Awal mula konflik dimulai ketika Tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigjen Bethel tiba di Semarang pada 20 Oktober 1945. Mereka mengklaim tujuan kedatangan untuk mengurus tawanan perang.

Pihak Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia sehingga pemerintah RI mengizinkan mereka masuk wilayah Magelang dan Ambarawa.

Baca juga: Kisah Jenderal Sudirman, Santri yang Jadi Panglima Besar

Namun, ternyata Sekutu melanggar janji. Mereka membawa NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dan mempersenjatai bekas tawanan perang Belanda. Hal ini memicu ketegangan yang akhirnya meledak menjadi insiden bersenjata di Magelang pada 26 Oktober 1945. Pertempuran antara pasukan TKR dan gabungan Sekutu-NICA tidak terhindarkan.

Presiden Soekarno dan Brigjen Bethel kemudian turun tangan meredakan situasi. Pada 2 November 1945, mereka berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dituangkan dalam 12 pasal perjanjian. Salah satu poin pentingnya yakni Sekutu berjanji tidak akan mengakui aktivitas NICA dalam operasi mereka.

Namun, Sekutu kembali mengingkari perjanjian tersebut. Pada 20 November 1945, pertempuran pecah kembali di Ambarawa. Pasukan TKR di bawah Mayor Sumarto berhadapan langsung dengan pasukan Sekutu.

Pertempuran sengit terjadi di sekitar kuburan Belanda dengan garis pertahanan terbentuk sepanjang rel kereta api yang membelah kota.

Penerapan Taktik Supit Urang

Dari arah Magelang, pasukan TKR dan Divisi V Purwokerto yang dipimpin Imam Androngi melancarkan serangan fajar pada 21 November 1945. Mereka berhasil merebut Desa Pingit dan sekitarnya dari tangan Sekutu.

Serangan ini dilanjutkan tiga batalyon dari Yogyakarta yaitu Batalyon 10 pimpinan Mayor Soeharto, Batalyon 8 di bawah Sardjono, dan Batalyon Sugeng.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Simak IG Live MNC Sekuritas...
Simak IG Live MNC Sekuritas Hari Ini: Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian
Purbaya: IMF hingga...
Purbaya: IMF hingga Bank Dunia Puji Strategi Fiskal Pemerintahan Prabowo
Gaet Investasi, Danantara...
Gaet Investasi, Danantara Susun Strategi di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved