13 Orang Tewas Akibat Ledakan Amunisi, Kapuspen TNI: SOP Pemusnahan Akan Dievaluasi
Senin, 12 Mei 2025 - 19:32 WIB
loading...
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, akan mengevaluasi SOP pemusnahan amunisi tak layak pakai di Garut. Foto/SindoNews
A
A
A
GARUT - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan empat prajurit TNI AD dan sembilan warga sipil tewas akibat ledakan amunisi granat dan mortir saat pemusnahan. Peristiwa itu terjadi di lahan milik BKSDA Desa Sagara, Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025) pagi.
Kristomei mengatakan, tim investigasi akan dibentuk untuk mendalami peristiwa itu kenapa bisa terjadi. Selain itu untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) telah berjalan atau belum.
"Kemudian nanti pasti akan kita bentuk tim investigasi untuk mendalami kenapa peristiwa itu bisa sampai terjadi dan apakah semua SOP telah sudah dilaksanakan atau belum sehingga terjadi itu atau ada hal lain yang belum kita perkirakan sebagai upaya memperbaiki SOP di masa yang akan datang sehingga tidak terjadi lagi hal hal yang tidak diinginkan seperti ini," kata Kristomei.
Baca juga: Amunisi Kedaluwarsa yang Tewaskan 13 Orang di Garut Granat hingga Mortir
Kristomei menyebut saat ini tim gabungan di lapangan tengah melakukan pengamanan dan sterilisasi agar tidak ada korban lainnya sampai dinyatakan aman dan tidak membahayakan.
Kristomei mengatakan, tim investigasi akan dibentuk untuk mendalami peristiwa itu kenapa bisa terjadi. Selain itu untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) telah berjalan atau belum.
"Kemudian nanti pasti akan kita bentuk tim investigasi untuk mendalami kenapa peristiwa itu bisa sampai terjadi dan apakah semua SOP telah sudah dilaksanakan atau belum sehingga terjadi itu atau ada hal lain yang belum kita perkirakan sebagai upaya memperbaiki SOP di masa yang akan datang sehingga tidak terjadi lagi hal hal yang tidak diinginkan seperti ini," kata Kristomei.
Baca juga: Amunisi Kedaluwarsa yang Tewaskan 13 Orang di Garut Granat hingga Mortir
Kristomei menyebut saat ini tim gabungan di lapangan tengah melakukan pengamanan dan sterilisasi agar tidak ada korban lainnya sampai dinyatakan aman dan tidak membahayakan.
Lihat Juga :