Kisah Penjajah Belanda Penjarakan 2.800 Warga Yahudi Keturunan Jerman di Ngawi hingga Ambarawa

Jum'at, 09 Mei 2025 - 06:51 WIB
loading...
Kisah Penjajah Belanda...
Penjajah Belanda pernah memenjarakan orang-orang yang berkaitan dengan keturunan Yahudi Jerman di kamp konsentrasi di Ngawi, Ambarawa, dan Pulau Onrust. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
PenjajahBelanda pernah memenjarakan orang-orang yang berkaitan dengan keturunan Yahudi Jerman, masyarakat keturunan Indo-Eropa yang berayah Jerman, serta misionaris Katolik dan Protestan berkebangsaan Jerman. Mereka yang ditahan bermukim di wilayah Hindia Belanda.

Secara keseluruhan 2.800 orang yang dicurigai mengalami penangkapan. Penahanan terutama dilakukan terhadap para anggota NSB, yakni partai di negeri Belanda yang bersimpati dan mendukung Nazi Jerman.

Baca juga: Kisah Naik Haji Diperketat oleh Penjajah Belanda, Dianggap Simbol Perlawanan

Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia V: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda", di Pulau Jawa mereka ditempatkan di kamp konsentrasi di daerah Ngawi (Jawa Timur), Ambarawa (Jawa Tengah), dan Pulau Onrust di Jawa Barat.

Hal itu diawali dengan kekalahan Belanda pada Perang Dunia Kedua berdampak signifikan termasuk ke Indonesia. Perang dunia yang berlangsung pada Mei 1940 itu pasukan Jerman menyerbu dan melancarkan serangan kilat dan bertempur selama empat hari yang membuat Kerajaan Belanda menyerah pada 15 Mei.

Sehari sebelumnya konon Ratu Belanda dan pemerintah kerajaan telah mengungsi dahulu meninggalkan negerinya ke London. Secara tidak terduga, Hindia Belanda harus berjuang sendirian. Amsterdam, dan Den Haag tidak lagi menjadi panggung politik yang menentukan perjalanan daerah koloni.

Baca juga: Kisah Perempuan Sakti Petapa Gua Pantai Selatan Berjuang Melawan Penjajah Belanda

Ancaman nyata terhadap Hindia Belanda adalah kemungkinan perluasan ekspansi sekutu Jerman di Asia, yaitu Jepang.

Di Batavia, Konsul Jenderal Jepang menghadap Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Tjarda van Starkenborgh-Stachouwer untuk menyampaikan, pernyataan ikut berbelasungkawa atas malapetaka yang menimpa Belanda. Di tengah ucapan simpati itu terselip beberapa usulan dan tekanan-tekanan.

Di Tokyo duta besar Belanda dipanggil oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Arita, yang menyampaikan rasa puas pemerintahannya atas kelancaran perdagangan dan pasokan bahan baku dari Hindia Belanda. Niat dan kepentingan Jepang tampak jelas dalam pernyataan itu.

Ancaman Jepang bermula ketika awal tahun 1930-an suatu elite militer yang menguasai pemerintahan Jepang mengambil keputusan untuk memperluas pengaruhnya di wilayah sekitarnya.

Pelaksanaan keputusan itu menghadapi tantangan dari Cina dan negara-negara Barat. Pada tahun 1937 pecah perang antara Cina dan Jepang sebagai akibat dari politik ekspansi itu.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Bak Gergaji Mesin Politik,...
Bak Gergaji Mesin Politik, Uang Yahudi Jadi Pembabat Para Politisi AS Anti-Israel
Rekomendasi
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Berita Terkini
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved