Kebijakan Bina Siswa Nakal di Barak TNI Dikritisi Elite, Dedi Mulyadi: Cuma Komentar Aja Bisanya
Selasa, 29 April 2025 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, Pemprov Jawa Baray akan bekerja sama dengan TNI-Polri dalam pelaksanaan pendidikan karakter di beberapa wilayah Jawa Barat (Jabar). Program pembentukan karakter itu ditarget terlaksana pada 2 Mei 2025.
Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Pelaksanaan program ini, kata dia tidak secara serentak, namun bertahap. "(Pendidikan karakter bagi pelajar) tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (26/4/2025).
Baca juga: KDM Mau Kirim Siswa Bandel ke Barak Militer, Kang Tebe Beri Catatan
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyampaikan, TNI telah menyiapkan 30-40 barak khusus untuk pelaksanaan program pendidikan karakter ini. Mereka yang diikutkan dalam program itu, lanjut dia berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua. Menurutnya, sasaran prioritas program ini, siswa nakal yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas dan tindakan kriminal.
"Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya," katanya.
Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Pelaksanaan program ini, kata dia tidak secara serentak, namun bertahap. "(Pendidikan karakter bagi pelajar) tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (26/4/2025).
Baca juga: KDM Mau Kirim Siswa Bandel ke Barak Militer, Kang Tebe Beri Catatan
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyampaikan, TNI telah menyiapkan 30-40 barak khusus untuk pelaksanaan program pendidikan karakter ini. Mereka yang diikutkan dalam program itu, lanjut dia berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua. Menurutnya, sasaran prioritas program ini, siswa nakal yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas dan tindakan kriminal.
"Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya," katanya.
(abd)
Lihat Juga :