Kisah Sawerigading, Putra Raja Luwu yang Jatuh Hati dan Ingin Nikahi Adik Kembarnya
Senin, 28 April 2025 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Batara Lattu’ menikah dengan We Datu Sengeng, putri dari La Urumpassi dan We Padauleng. Dari pernikahan ini, lahirlah sepasang anak kembar emas: Sawerigading (laki-laki) dan We Tenriabeng (perempuan).
Sejak awal, ada ramalan yang menyatakan bahwa Sawerigading dan We Tenriabeng akan saling jatuh cinta. Untuk mencegah hal tersebut, mereka dipisahkan sejak kecil dan dibesarkan di tempat yang berbeda.
Baca juga: Rampogan Macan, Kisah Tradisi Gladiator di Tanah Jawa
Namun, takdir tidak bisa dihindari. Saat dewasa, mereka akhirnya bertemu dan langsung merasakan ketertarikan satu sama lain. Sawerigading pun berniat menikahi adik kembarnya itu, meskipun hal itu dianggap tabu.
Orang tua mereka, Batara Lattu’ dan We Datu Sengeng, menolak keinginan Sawerigading. We Tenriabeng kemudian mengusulkan solusi agar kakaknya menikahi sepupu mereka, We Cudai, yang memiliki kemiripan fisik dengannya.
Sebagai tanda pengenal, We Tenriabeng memberikan selembar rambutnya, gelang, dan cincin emas kepada Sawerigading. Barang-barang ini nantinya akan digunakan untuk membuktikan kemiripan We Cudai dengan dirinya.
Sawerigading pun memutuskan untuk mencari We Cudai di negeri China, yang dalam cerita ini merujuk pada wilayah Tanete Riattang di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kisah Sawerigading Ingin Menikahi Adik Kembarnya
Sejak awal, ada ramalan yang menyatakan bahwa Sawerigading dan We Tenriabeng akan saling jatuh cinta. Untuk mencegah hal tersebut, mereka dipisahkan sejak kecil dan dibesarkan di tempat yang berbeda.
Baca juga: Rampogan Macan, Kisah Tradisi Gladiator di Tanah Jawa
Namun, takdir tidak bisa dihindari. Saat dewasa, mereka akhirnya bertemu dan langsung merasakan ketertarikan satu sama lain. Sawerigading pun berniat menikahi adik kembarnya itu, meskipun hal itu dianggap tabu.
Orang tua mereka, Batara Lattu’ dan We Datu Sengeng, menolak keinginan Sawerigading. We Tenriabeng kemudian mengusulkan solusi agar kakaknya menikahi sepupu mereka, We Cudai, yang memiliki kemiripan fisik dengannya.
Sebagai tanda pengenal, We Tenriabeng memberikan selembar rambutnya, gelang, dan cincin emas kepada Sawerigading. Barang-barang ini nantinya akan digunakan untuk membuktikan kemiripan We Cudai dengan dirinya.
Sawerigading pun memutuskan untuk mencari We Cudai di negeri China, yang dalam cerita ini merujuk pada wilayah Tanete Riattang di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Lihat Juga :