Kisah Perang Dahsyat Mataram Gempur Blambangan dengan Mengerahkan Meriam Raksasa
Senin, 28 April 2025 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mencengangkan! Kecanggihan Teknologi Kerajaan Mataram Kuno Bangun Infrastruktur Megah
Dikutip dari "Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I", Tumenggung Wiraguna yang diperintahkan Sultan Amangkurat I atas saran Purbaya pun memerintahkan untuk bersiap-siap memimpin perlawanan terhadap orang Bali. Namun Wiraguna memberi satu syarat yakni Tumenggung Danupaya harus menyertainya.
Tumenggung Mataram itu akan memimpin rakyat semua daerah pantai dan akan bergerak melalui laut. Lalu diikuti dengan penuturan kisah tentang keberangkatan barisan yang meriah dan semarak.
Naskah kuno Serat Kandha menambahkan pula bahwa kedua panglima itu membawa serta meriam-meriam Mataram. Persenjataan canggih itu dibawa oleh pasukan artileri Mataram yang kala itu jarang dimiliki pasukan lain.
Sedangkan menurut Babad Tanah Djawi menyatakan, Adipati Sampang sampai harus menyediakan prajurit. Pasukan dari darat itu tiba di suatu daerah pada perbatasan Pasuruan, kecuali Tumenggung Wiraguna dan Tumenggung Danupaya.
Sementara orang-orang Bali telah bergabung dengan rakyat Blambangan, yang berdiri di garis terdepan melindungi orang-orang Bali.
Pemimpin mereka adalah Lurah Jabana dan Panji Pati, di mana menurut Serat Kandha dikatakan Panji Wanengpati. Sedangkan Tawang Alun dan Wiranegara memimpin garis belakang. Mula-mula pihak Mataram mundur, tetapi karena siasat Wiraguna, mereka menang lagi.
Dikutip dari "Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I", Tumenggung Wiraguna yang diperintahkan Sultan Amangkurat I atas saran Purbaya pun memerintahkan untuk bersiap-siap memimpin perlawanan terhadap orang Bali. Namun Wiraguna memberi satu syarat yakni Tumenggung Danupaya harus menyertainya.
Tumenggung Mataram itu akan memimpin rakyat semua daerah pantai dan akan bergerak melalui laut. Lalu diikuti dengan penuturan kisah tentang keberangkatan barisan yang meriah dan semarak.
Naskah kuno Serat Kandha menambahkan pula bahwa kedua panglima itu membawa serta meriam-meriam Mataram. Persenjataan canggih itu dibawa oleh pasukan artileri Mataram yang kala itu jarang dimiliki pasukan lain.
Sedangkan menurut Babad Tanah Djawi menyatakan, Adipati Sampang sampai harus menyediakan prajurit. Pasukan dari darat itu tiba di suatu daerah pada perbatasan Pasuruan, kecuali Tumenggung Wiraguna dan Tumenggung Danupaya.
Sementara orang-orang Bali telah bergabung dengan rakyat Blambangan, yang berdiri di garis terdepan melindungi orang-orang Bali.
Pemimpin mereka adalah Lurah Jabana dan Panji Pati, di mana menurut Serat Kandha dikatakan Panji Wanengpati. Sedangkan Tawang Alun dan Wiranegara memimpin garis belakang. Mula-mula pihak Mataram mundur, tetapi karena siasat Wiraguna, mereka menang lagi.
Lihat Juga :