Tanjung Priok Lumpuh: Sinyal Gawat Darurat Sistem Logistik Nasional
Jum'at, 18 April 2025 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus berpindah dari paradigma reaktif yang hanya menanggulangi masalah setelah terjadi menuju strategi logistik nasional yang prediktif dan resilien. Jika kita tidak bisa mengelola Tanjung Priok dengan baik, maka impian menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia akan sangat sulit tercapai,” ujar Hakeng.
Baca juga: Macet Horor Masih Terjadi di Jalan Cakung Cilincing Jakarta Utara
Dari itu kemacetan parah yang terjadi di Tanjung Priok bukan sekadar menghadirkan peringatan melainkan juga dapat dijadikan sebuah momentum yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat reformasi sektor logistik nasional.
“Jika tidak ada langkah tepat dan terkoordinasi untuk memperbaiki tata kelola logistik, maka Indonesia akan kesulitan dalam menghadapi lonjakan arus barang yang terjadi pada periode tertentu serta menjadi kurang kompetitif di pasar global. Berapa banyak kerugian pengusaha truk akibat kemacetan panjang kemarin? Berapa banyak kerugian masyarakat pengguna jalan yang ikut terimbas akibat kemacetan yang terjadi? Bukan hanya dicari siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini, kalau itu sih sudah sangat jelas, tapi mencegah kejadian berulang adalah jauh lebih penting,” ujar Hakeng.
Pengamat kritis ini juga mengingatkan bahwa kemacetan yang terjadi di Tanjung Priok harus menjadi titik balik mewujudkan sistem logistik yang lebih modern, efisien, dan dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan logistik baik di level nasional maupun internasional.
Dalam jangka panjang, langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem logistik yang lebih tangguh sekaligus mampu menghadapi lonjakan musiman.
“Juga siap bersaing dengan negara-negara tetangga yang telah lebih dulu maju dalam mengembangkan infrastruktur logistik mereka. Tanpa langkah konkret dan reformasi yang menyeluruh, Indonesia berisiko tertinggal jauh dalam persaingan logistik regional dan global,” katanya.
Baca juga: Macet Horor Masih Terjadi di Jalan Cakung Cilincing Jakarta Utara
Dari itu kemacetan parah yang terjadi di Tanjung Priok bukan sekadar menghadirkan peringatan melainkan juga dapat dijadikan sebuah momentum yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat reformasi sektor logistik nasional.
“Jika tidak ada langkah tepat dan terkoordinasi untuk memperbaiki tata kelola logistik, maka Indonesia akan kesulitan dalam menghadapi lonjakan arus barang yang terjadi pada periode tertentu serta menjadi kurang kompetitif di pasar global. Berapa banyak kerugian pengusaha truk akibat kemacetan panjang kemarin? Berapa banyak kerugian masyarakat pengguna jalan yang ikut terimbas akibat kemacetan yang terjadi? Bukan hanya dicari siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini, kalau itu sih sudah sangat jelas, tapi mencegah kejadian berulang adalah jauh lebih penting,” ujar Hakeng.
Pengamat kritis ini juga mengingatkan bahwa kemacetan yang terjadi di Tanjung Priok harus menjadi titik balik mewujudkan sistem logistik yang lebih modern, efisien, dan dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan logistik baik di level nasional maupun internasional.
Dalam jangka panjang, langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem logistik yang lebih tangguh sekaligus mampu menghadapi lonjakan musiman.
“Juga siap bersaing dengan negara-negara tetangga yang telah lebih dulu maju dalam mengembangkan infrastruktur logistik mereka. Tanpa langkah konkret dan reformasi yang menyeluruh, Indonesia berisiko tertinggal jauh dalam persaingan logistik regional dan global,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :