Tanjung Priok Lumpuh: Sinyal Gawat Darurat Sistem Logistik Nasional
Jum'at, 18 April 2025 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Dari jumlah tersebut, sekitar 1,3 juta TEUs berasal dari kegiatan ekspor-impor, sementara sisanya berasal dari kegiatan domestik.
Meski ada peningkatan volume signifikan, sistem penerimaan dan pengeluaran kontainer di pelabuhan ini belum memadai untuk menangani lonjakan tersebut.
“Salah satu masalah utama yakni ketidakakuratan dalam sistem stacking di container yard yang menyebabkan waktu sandar kapal menjadi lebih lama dan mengarah pada penumpukan sekaligus antrean panjang truk logistik yang keluar dari pelabuhan,” ungkapnya.
Kendati Pelindo sudah menerapkan sejumlah sistem seperti Terminal Operating System (TOS), autogate, dan jadwal gate pass berbasis waktu, implementasi sistem-sistem ini masih terbentur pada masalah rendahnya tingkat kepatuhan dari operator logistik serta kurangnya integrasi data efektif antara pelabuhan, penyedia jasa truk, serta pengelola lalu lintas.
Berbagai sistem yang telah diterapkan belum mampu mengatasi masalah antrean yang terjadi mengindikasikan bahwa permasalahan ini lebih kompleks daripada hanya sekadar pengelolaan waktu masuk dan keluar kendaraan.
Dalam perbandingan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia justru Indonesia masih menghadapi persoalan klasik yang sudah lama terabaikan seperti antrean kendaraan yang panjang, tumpukan kontainer, serta keterbatasan infrastruktur dan SDM.
Hakeng menuturkan reformasi sistem logistik pelabuhan Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh. “Rekomendasi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah ini yakni penerapan sistem pre-booking gate time yang berbasis data real-time,” ujarnya.
Selanjutnya, perlu dilakukan kajian pengembangan digital twin pelabuhan untuk melakukan simulasi beban harian pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. “Serta peningkatan koordinasi yang lebih erat antara Pelindo, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ditlantas, dan asosiasi logistik,” ucapnya.
Jika Indonesia ingin menjadi poros maritim dunia, maka sektor logistik, khususnya pelabuhan-pelabuhan utama seperti Tanjung Priok harus dikelola dengan lebih baik dan efisien.
Meski ada peningkatan volume signifikan, sistem penerimaan dan pengeluaran kontainer di pelabuhan ini belum memadai untuk menangani lonjakan tersebut.
“Salah satu masalah utama yakni ketidakakuratan dalam sistem stacking di container yard yang menyebabkan waktu sandar kapal menjadi lebih lama dan mengarah pada penumpukan sekaligus antrean panjang truk logistik yang keluar dari pelabuhan,” ungkapnya.
Kendati Pelindo sudah menerapkan sejumlah sistem seperti Terminal Operating System (TOS), autogate, dan jadwal gate pass berbasis waktu, implementasi sistem-sistem ini masih terbentur pada masalah rendahnya tingkat kepatuhan dari operator logistik serta kurangnya integrasi data efektif antara pelabuhan, penyedia jasa truk, serta pengelola lalu lintas.
Berbagai sistem yang telah diterapkan belum mampu mengatasi masalah antrean yang terjadi mengindikasikan bahwa permasalahan ini lebih kompleks daripada hanya sekadar pengelolaan waktu masuk dan keluar kendaraan.
Dalam perbandingan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia justru Indonesia masih menghadapi persoalan klasik yang sudah lama terabaikan seperti antrean kendaraan yang panjang, tumpukan kontainer, serta keterbatasan infrastruktur dan SDM.
Hakeng menuturkan reformasi sistem logistik pelabuhan Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh. “Rekomendasi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah ini yakni penerapan sistem pre-booking gate time yang berbasis data real-time,” ujarnya.
Selanjutnya, perlu dilakukan kajian pengembangan digital twin pelabuhan untuk melakukan simulasi beban harian pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. “Serta peningkatan koordinasi yang lebih erat antara Pelindo, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ditlantas, dan asosiasi logistik,” ucapnya.
Jika Indonesia ingin menjadi poros maritim dunia, maka sektor logistik, khususnya pelabuhan-pelabuhan utama seperti Tanjung Priok harus dikelola dengan lebih baik dan efisien.
Lihat Juga :