Oknum Guru SD di Depok Diduga Lecehkan Belasan Siswi, Modusnya Meraba dan Memeluk Area Sensitif
Jum'at, 11 April 2025 - 13:56 WIB
loading...
Oknum guru sekolah dasar (SD) swasta di Depok, Jawa Barat diduga melakukan tindakan asusila dengan melecehkan belasan siswi di ruang kelas dan area dapur. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
DEPOK - Oknum guru sekolah dasar (SD) swasta di Depok, Jawa Barat diduga melakukan tindakan asusila dengan melecehkan belasan siswi secara gamblang di dapur maupun ruang kelas.
Seorang saksi berinisial MWR mengatakan oknum guru itu melakukan tindakan asusila berupa memeluk dan merangkul para korban. Menurutnya kejadian terjadi pada Agustus 2024 silam dari total 14 korban yang berani mengaku hanya 11 siswi.
Baca juga: Oknum Guru Hamili Siswi SMKN di Tangsel Dirumahkan
"Jadi sebenarnya kejadian pertama itu terjadi di bulan Agustus 2024 gitu ya. Pada saat itu ada 14 korban sesungguhnya dari kelas 6, tapi yang berani mengaku hanya 11. Nah dari 11 anak ini merasa bahwa si guru ini meraba, memeluk dari belakang dan kena di area sensitifnya," kata MWR kepada wartawan saat ditemui di Depok, Kamis (10/4/2025) malam.
"Nah ketika kejadian seperti itu, si anak melapor ke orang tua. Kemudian sama orang tuanya diadukan ke sekolah. Nah oleh sekolah akhirnya dia dapat pertemuan antara sekolah, yayasan, orang tua, dan komite untuk menyelesaikan kasus ini. Nah pada saat itu diselesaikan, tidak ada SP (surat peringatan) hanya disampaikan bahwa akan diberikan SP dan surat pernyataan. Kalau seandainya satu waktu terjadi lagi, si oknum guru akan diberhentikan. Tapi ternyata sampai kejadian, sampai sekarang surat itu tidak ada," tambahnya.
Seorang saksi berinisial MWR mengatakan oknum guru itu melakukan tindakan asusila berupa memeluk dan merangkul para korban. Menurutnya kejadian terjadi pada Agustus 2024 silam dari total 14 korban yang berani mengaku hanya 11 siswi.
Baca juga: Oknum Guru Hamili Siswi SMKN di Tangsel Dirumahkan
"Jadi sebenarnya kejadian pertama itu terjadi di bulan Agustus 2024 gitu ya. Pada saat itu ada 14 korban sesungguhnya dari kelas 6, tapi yang berani mengaku hanya 11. Nah dari 11 anak ini merasa bahwa si guru ini meraba, memeluk dari belakang dan kena di area sensitifnya," kata MWR kepada wartawan saat ditemui di Depok, Kamis (10/4/2025) malam.
"Nah ketika kejadian seperti itu, si anak melapor ke orang tua. Kemudian sama orang tuanya diadukan ke sekolah. Nah oleh sekolah akhirnya dia dapat pertemuan antara sekolah, yayasan, orang tua, dan komite untuk menyelesaikan kasus ini. Nah pada saat itu diselesaikan, tidak ada SP (surat peringatan) hanya disampaikan bahwa akan diberikan SP dan surat pernyataan. Kalau seandainya satu waktu terjadi lagi, si oknum guru akan diberhentikan. Tapi ternyata sampai kejadian, sampai sekarang surat itu tidak ada," tambahnya.
Lihat Juga :