Mengajar Sekolah Daring, Begini Gayanya Risma
Sabtu, 05 September 2020 - 18:21 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajar para siswa SD dan SMP di tengah pandemi COVID-19. FOTO : SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Sekolah daring selama ini masih belum menemukan konsepsi yang tepat bagi masyarakat. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun ikut menjadi pengajar di sekolah daring untuk bisa menyelami secara khusus menjadi guru dalam program belajar bersama “Guruku”, Sabtu (5/9/2020).
Program yang ditujukan kepada semua siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Surabaya itu dilakukan sebagai bentuk pengganti sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19.
Risma terlihat lihai membawakan diri sebagai seorang guru. Dengan ekspresi yang bergembira. Selain itu, ia juga membawakan materi yakni menjelaskan seputar fungsi berbagai macam indera yang ada pada tubuh manusia. Ia terlihat menjelaskan secara rinci bagaimana cara memanfaatkan dengan baik tubuh manusia.
“Hai anak-anakku. Saat ini kalian bersama dengan Bu Guru Risma. Ibu akan mengajarkan fungsi-fungsi tubuh. Kalau kita gunakan semua dengan baik, untuk kemajuan masa depan kita, maka tidak usah ragu. Kalian bisa sukses dengan menggunakan indera yang sudah diberikan tuhan kepada kita semuanya,” kata Kota Risma.
Dia mencontohkan, seperti saat pelajaran berlangsung, para pelajar wajib mendengarkan dengan baik. Kemudian melihat apa yang sedang dijelaskan dengan seksama dan tidak boleh berbicara selama guru mendengarkan. Sehingga apa yang disampaikan oleh guru dapat diterima dengan baik.
“Jadi gitu ya. Jangan bicara sendiri kalau bapak ibu guru menerangkan. Kemudian harus mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan. Semua itu untuk keberhasilan dan kesuksesan anak-anakku,” ungkapnya.(Baca juga : Pesan Megawati di Pilkada Surabaya: Awas! Siapa Bermain, Melawan Saya )
Presiden UCLG Aspac ini juga meminta para pelajar untuk tidak saling mem-bully teman-temannya meski berbeda suku maupun agama. Menurutnya, ketika seseorang mengolok atau menunjuk temannya, sebenarnya empat jari itu sedang menunjuk diri sendiri. Oleh sebab itu, ia meminta agar tidak saling menghina sesama teman.
Program yang ditujukan kepada semua siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Surabaya itu dilakukan sebagai bentuk pengganti sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19.
Risma terlihat lihai membawakan diri sebagai seorang guru. Dengan ekspresi yang bergembira. Selain itu, ia juga membawakan materi yakni menjelaskan seputar fungsi berbagai macam indera yang ada pada tubuh manusia. Ia terlihat menjelaskan secara rinci bagaimana cara memanfaatkan dengan baik tubuh manusia.
“Hai anak-anakku. Saat ini kalian bersama dengan Bu Guru Risma. Ibu akan mengajarkan fungsi-fungsi tubuh. Kalau kita gunakan semua dengan baik, untuk kemajuan masa depan kita, maka tidak usah ragu. Kalian bisa sukses dengan menggunakan indera yang sudah diberikan tuhan kepada kita semuanya,” kata Kota Risma.
Dia mencontohkan, seperti saat pelajaran berlangsung, para pelajar wajib mendengarkan dengan baik. Kemudian melihat apa yang sedang dijelaskan dengan seksama dan tidak boleh berbicara selama guru mendengarkan. Sehingga apa yang disampaikan oleh guru dapat diterima dengan baik.
“Jadi gitu ya. Jangan bicara sendiri kalau bapak ibu guru menerangkan. Kemudian harus mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan. Semua itu untuk keberhasilan dan kesuksesan anak-anakku,” ungkapnya.(Baca juga : Pesan Megawati di Pilkada Surabaya: Awas! Siapa Bermain, Melawan Saya )
Presiden UCLG Aspac ini juga meminta para pelajar untuk tidak saling mem-bully teman-temannya meski berbeda suku maupun agama. Menurutnya, ketika seseorang mengolok atau menunjuk temannya, sebenarnya empat jari itu sedang menunjuk diri sendiri. Oleh sebab itu, ia meminta agar tidak saling menghina sesama teman.
Lihat Juga :