Masa Kelam Ibu Kota Kerajaan Majapahit Setelah Dikalahkan Demak
Rabu, 09 April 2025 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" yang dikutip SindoNews Rabu (9/4/2025) mengungkapkan, Kerajaan Majapahit dimasukkan sebagai negara bawahan Demak. Kemudian diangkatlah menantu Raja Bhre Kertabhumi sebagai bupati yakni Dyah Ranawijaya Girindrawawrdhana.
Baca juga: Lemahnya Tentara Kerajaan Majapahit Paksa Raja Berkoalisi dengan Portugis Demi Lawan Demak
Nama itu tercantum pada parasasti Jiyu/Dukuhan Duku O.J.O. XCII-XCV. Sementara pada berita Tionghoa dari klenteng Sam Po Kong di Semarang, Raja Majapahit itu disebut Pa Bu Ta La, memerintah pada tahun 1488. Sedangkan pada batu tulis Jiu, Dyah Ranawijaya Girindrawardhana memerintah pada tahun Saka 1408 atau tahun Masehi 1486.
Boleh dipastikan bahwa Pa Bu Ta La itu sama dengan Girindrawardhana. Majapahit tetap masih berdiri, tetapi sebagai negara bawahan Demak. Kerajaan Majapahit harus membayar pajak kepada negara Islam Demak. Girindrawardhana adalah ipar Jin Bun atau Raden Fatah sendiri.
Baca juga: Lemahnya Tentara Kerajaan Majapahit Paksa Raja Berkoalisi dengan Portugis Demi Lawan Demak
Nama itu tercantum pada parasasti Jiyu/Dukuhan Duku O.J.O. XCII-XCV. Sementara pada berita Tionghoa dari klenteng Sam Po Kong di Semarang, Raja Majapahit itu disebut Pa Bu Ta La, memerintah pada tahun 1488. Sedangkan pada batu tulis Jiu, Dyah Ranawijaya Girindrawardhana memerintah pada tahun Saka 1408 atau tahun Masehi 1486.
Boleh dipastikan bahwa Pa Bu Ta La itu sama dengan Girindrawardhana. Majapahit tetap masih berdiri, tetapi sebagai negara bawahan Demak. Kerajaan Majapahit harus membayar pajak kepada negara Islam Demak. Girindrawardhana adalah ipar Jin Bun atau Raden Fatah sendiri.
(cip)
Lihat Juga :