Mengenal Masjid Tertua Bojonegoro Warisan Kerajaan Mataram di Tepi Sungai Bengawan Solo
Rabu, 02 April 2025 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Dari bangunan inti masjid seluas 15x15 meter ini juga tampak modern dengan struktur dominasi tembok warna putih dengan pilar-pilar yang berlapis keramik seperti sebuah bangunan yang baru saja dibangun. Namun, saat kita melihat bagian teras masjid depan bisa jadi anda terkejut.
Terdapat daun pintu berbahan baku kayu jati kuno di pintu depan masuk masjid. Di daun pintu ini bertuliskan sebuah huruf Arab dan huruf aksara Jawa. Tak ketinggalan dua kalimat bertuliskan 'Laa Ilaha Illallah' di kanan dan 'Muhammad Rasulullah' di kiri dengan huruf arab gundul. Di bawahnya terdapat tulisan 1262 H menggunakan angka arab yang menandakan tahun dibuatnya.
Belum lagi konstruksi bangunan di dalam masjid dengan empat pilar utama di ruangan ibadah utama tampak bahwa masjid ini bukan masjid baru yang dibangun. Meski secara keseluruhan konstruksi lebih modern.
Kini masjid ini tak persis lagi di tepi Sungai Bengawan Solo, sebab masih ada beberapa bangunan dan jalan memisahkannya dengan sungai. Tapi, secara keseluruhan jarak antara masjid dan sungai hanya sekitar 100 meteran.
Ketua Takmir Masjid Jami Nurul Huda Cangaan Abdul Hakim menuturkan masjid tertua ini telah mengalami renovasi pemugaran beberapa kali sehingga kesan tuanya hampir hilang. Beberapa faktor salah satunya terjangan banjir yang kerap melanda membuat masjid terpaksa direnovasi dan diremajakan
"Memang masjid ini tertua di Bojonegoro. Usianya lebih dari 1847 M atau 1262 H. Jadi tulisan 1262 H di daun pintu merupakan renovasi ketiga dari waktu berdiri awalnya masjid. Tapi ini sudah beberapa kali direnovasi karena terkena banjir," ujar Abdul Hakim.
Terdapat daun pintu berbahan baku kayu jati kuno di pintu depan masuk masjid. Di daun pintu ini bertuliskan sebuah huruf Arab dan huruf aksara Jawa. Tak ketinggalan dua kalimat bertuliskan 'Laa Ilaha Illallah' di kanan dan 'Muhammad Rasulullah' di kiri dengan huruf arab gundul. Di bawahnya terdapat tulisan 1262 H menggunakan angka arab yang menandakan tahun dibuatnya.
Belum lagi konstruksi bangunan di dalam masjid dengan empat pilar utama di ruangan ibadah utama tampak bahwa masjid ini bukan masjid baru yang dibangun. Meski secara keseluruhan konstruksi lebih modern.
Kini masjid ini tak persis lagi di tepi Sungai Bengawan Solo, sebab masih ada beberapa bangunan dan jalan memisahkannya dengan sungai. Tapi, secara keseluruhan jarak antara masjid dan sungai hanya sekitar 100 meteran.
Ketua Takmir Masjid Jami Nurul Huda Cangaan Abdul Hakim menuturkan masjid tertua ini telah mengalami renovasi pemugaran beberapa kali sehingga kesan tuanya hampir hilang. Beberapa faktor salah satunya terjangan banjir yang kerap melanda membuat masjid terpaksa direnovasi dan diremajakan
"Memang masjid ini tertua di Bojonegoro. Usianya lebih dari 1847 M atau 1262 H. Jadi tulisan 1262 H di daun pintu merupakan renovasi ketiga dari waktu berdiri awalnya masjid. Tapi ini sudah beberapa kali direnovasi karena terkena banjir," ujar Abdul Hakim.
Lihat Juga :