Kisah Kiai Betok, Pusaka Sakti Kerajaan Demak yang Tewaskan Pembunuh Bayaran
Rabu, 02 April 2025 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Saudara perempuan Sunan Prawoto bernama Ratu Kalinyamat tidak tinggal diam atas pembunuhan kakaknya. Karena tidak tahu bahwa Sunan Kudus juga terlibat dalam pembunuhan itu, maka dia pergi bersama suaminya menghadap tokoh keramat tersebut untuk meminta keadilan, tetapi tidak memuaskan.
Ketika perjalanan pulang Ratu Kalinyamat dan suaminya diserang oleh abdi Arya Panangsang. Ratu Kalinyamat mengucapkan sumpah agar siapa saja yang berhasil membunuh Arya Panangsang maka dia akan mengabdi dan memberikan semua harta bendanya.
Di lain waktu, Arya Panangsang pernah diminta membunuh Raja Pajang tanpa diketahui siapa pun. Selanjutnya dikirimkan 4 penjaga keputren ke Pajang. Di istana Pajang ditemukan Raja sedang tidur berselimut dodot. Istri-istrinya beristirahat di ujung kaki Raja.
Para pengawal keputren itu mencoba menikam raja dengan keris, tetapi sia-sia. Bahkan, dodotnya ternyata kebal. Keempat orang yang tidak diundang itu terjatuh karena singkapan dodot.
Sultan Pajang yang terbangun oleh teriakan para istrinya, tidak hanya memberi ampun kepada mereka yang berniat membunuhnya, tetapi juga memberi uang dan pakaian. Kemudian mereka pulang dan menyampaikan laporan kepada gustinya.
Ketika perjalanan pulang Ratu Kalinyamat dan suaminya diserang oleh abdi Arya Panangsang. Ratu Kalinyamat mengucapkan sumpah agar siapa saja yang berhasil membunuh Arya Panangsang maka dia akan mengabdi dan memberikan semua harta bendanya.
Di lain waktu, Arya Panangsang pernah diminta membunuh Raja Pajang tanpa diketahui siapa pun. Selanjutnya dikirimkan 4 penjaga keputren ke Pajang. Di istana Pajang ditemukan Raja sedang tidur berselimut dodot. Istri-istrinya beristirahat di ujung kaki Raja.
Para pengawal keputren itu mencoba menikam raja dengan keris, tetapi sia-sia. Bahkan, dodotnya ternyata kebal. Keempat orang yang tidak diundang itu terjatuh karena singkapan dodot.
Sultan Pajang yang terbangun oleh teriakan para istrinya, tidak hanya memberi ampun kepada mereka yang berniat membunuhnya, tetapi juga memberi uang dan pakaian. Kemudian mereka pulang dan menyampaikan laporan kepada gustinya.
(jon)
Lihat Juga :