Awas! Jalan Alternatif Limapuluh - Tanjung Tiram Seperti Kubangan Kerbau
Sabtu, 05 September 2020 - 12:32 WIB
loading...
Seorang pengendara perempuan kelawahan saat melintasi jalan alternatif yang berlumpur di Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Limapulug, Batubara. (Foto : INews/Fadly)
A
A
A
BATUBARA - Jalan alternatif yang menghubungkan Limapuluh - Tanjung Tiram, tepatnya di Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Limapuluh, Kabupaten Batubara, yang menembus area perkebunan berlumpur bak kubangan kerbau. Tak sedikit warga tergelincir dan mencari jalan lain, apalagi di musim penghujan. BACA JUGA : Mekanik Tewas Tertimpa Truk yang Diperbaiki
Jalan alternatif sepanjang 100 meter ini disiapkan pemerintah daerah bagi warga, selama adanya perbaikan jembatan penghubung yang bersumber dari APBD TA 2020 dengan nilai proyek Rp1,9 miliar.
Namun sayang, selama pengerjaan proyek tersebut curah hujan cukup tinggi, sehingga mengakibatkan badan jalan alternatif tanah kuning becek dan berlumpur. Sementara untuk memilih jalan yang lebih bagus, warga harus memutar arah dari simpang Sei Bejangkar atau Simpang Gambus yang membutuhkan waktu 1 jam perjalanan. BACA JUGA : Deklarasi Akhyar - Salman, Demokrat : Ini Pertaruhan Harga Diri
Asda warga pengguna jalan mengatakan, sehari-hari dirinya harus ke Limapuluh terpaksa mengeluarkan uang Rp3000 rupiah untuk membayar warga mendorongkan sepeda motornya. "Kalau saya sendiri pasti tidak berani, jalannya berlumpur dan licin. Ya terpaksa minta tolong orang lain," kata Asda, Jumat (4/9/2020).
Hal itu juga dikatakan Nadapdap, pengemudi mobil. Karena takut terjebak di lumpur, dia terpaksa memutar haluan melintas dari Simpang Sei Bejangkar. "Kalau lewat jalan normal hanya butuh waktu 15 menit, tapi karena bersiko yang terpkasa mutar jadi butuh waktu 1 jam perjalanan," katanya kesal.
Bahkan tidak sedikit pengguna kendaraan yang terpelet dan jatuh ke lumpur, sambung Helmi warga Desa Empat Negeri. Yang rawan kali kalau perempuan, sudah pasti kewalahan untuk melintas. Apalagi malam hari, karena jalur ini jalan lintas kabupaten yang menghubungkan beberapa desa dan kecamatan di Batubara," ujar Helmi. BACA JUGA : Maling Nekad Tak Berkutik Diciduk Polisi di Rumahnya
Jalan alternatif sepanjang 100 meter ini disiapkan pemerintah daerah bagi warga, selama adanya perbaikan jembatan penghubung yang bersumber dari APBD TA 2020 dengan nilai proyek Rp1,9 miliar.
Namun sayang, selama pengerjaan proyek tersebut curah hujan cukup tinggi, sehingga mengakibatkan badan jalan alternatif tanah kuning becek dan berlumpur. Sementara untuk memilih jalan yang lebih bagus, warga harus memutar arah dari simpang Sei Bejangkar atau Simpang Gambus yang membutuhkan waktu 1 jam perjalanan. BACA JUGA : Deklarasi Akhyar - Salman, Demokrat : Ini Pertaruhan Harga Diri
Asda warga pengguna jalan mengatakan, sehari-hari dirinya harus ke Limapuluh terpaksa mengeluarkan uang Rp3000 rupiah untuk membayar warga mendorongkan sepeda motornya. "Kalau saya sendiri pasti tidak berani, jalannya berlumpur dan licin. Ya terpaksa minta tolong orang lain," kata Asda, Jumat (4/9/2020).
Hal itu juga dikatakan Nadapdap, pengemudi mobil. Karena takut terjebak di lumpur, dia terpaksa memutar haluan melintas dari Simpang Sei Bejangkar. "Kalau lewat jalan normal hanya butuh waktu 15 menit, tapi karena bersiko yang terpkasa mutar jadi butuh waktu 1 jam perjalanan," katanya kesal.
Bahkan tidak sedikit pengguna kendaraan yang terpelet dan jatuh ke lumpur, sambung Helmi warga Desa Empat Negeri. Yang rawan kali kalau perempuan, sudah pasti kewalahan untuk melintas. Apalagi malam hari, karena jalur ini jalan lintas kabupaten yang menghubungkan beberapa desa dan kecamatan di Batubara," ujar Helmi. BACA JUGA : Maling Nekad Tak Berkutik Diciduk Polisi di Rumahnya
(zai)
Lihat Juga :