Kisah Kapten Dwi, Nakhoda Kapal 25 Tahun Berlebaran di Laut Akhirnya Salat Id Bareng Keluarga di Darat
Selasa, 01 April 2025 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Pria kelahiran Pemalang, 27 Mei 1972 iu mengisahkan, karirnya Nahkodany berawal dari dirinya yang bersekolah di bidang pelayaran di Semarang, Jawa Tengah.
Kemudian Dwi masuk ASDP pada Januari 1999 dan bertugas di Sibolga Nias dengan kapal Ponton Mooale. Kemudian dia berpindah kapal cepat di perusahaan BUMN dengan rute Jakarta-Pontianak. Pernah juga jalur Jakarta-Batam hingga Jakarta-Banjarmasin.
Lalu rute Semarang-Kalimantan, setelah itu pindah ke KMP Jatra 1 dengan rute Pelabuhan Merak-Bakauheni. Selanjutnya sekitar dua tahun kemudian dia pindah ke kapal Bali-Lombok, hingga setelah itu ke Korea.
Lalu ke Kapal Port Link 2 hingga port link 5, kemudian setelah itu 2013 tugasnya sampai 2022, hingga akhirnya dia menjadi nakhoda KMP Sebuku hingga saat ini.
"Saya dinas di KMP Sebuku baru 3 tahun, saya dari dulu berawal bersekolah pelayaran pasti mau bercita-citanya nahkoda di atas kapal," tutup ayah dua anak tersebut.
Kemudian Dwi masuk ASDP pada Januari 1999 dan bertugas di Sibolga Nias dengan kapal Ponton Mooale. Kemudian dia berpindah kapal cepat di perusahaan BUMN dengan rute Jakarta-Pontianak. Pernah juga jalur Jakarta-Batam hingga Jakarta-Banjarmasin.
Lalu rute Semarang-Kalimantan, setelah itu pindah ke KMP Jatra 1 dengan rute Pelabuhan Merak-Bakauheni. Selanjutnya sekitar dua tahun kemudian dia pindah ke kapal Bali-Lombok, hingga setelah itu ke Korea.
Lalu ke Kapal Port Link 2 hingga port link 5, kemudian setelah itu 2013 tugasnya sampai 2022, hingga akhirnya dia menjadi nakhoda KMP Sebuku hingga saat ini.
"Saya dinas di KMP Sebuku baru 3 tahun, saya dari dulu berawal bersekolah pelayaran pasti mau bercita-citanya nahkoda di atas kapal," tutup ayah dua anak tersebut.
(cip)
Lihat Juga :