Gus Jazil Napak Tilas ke Makam 2 Tokoh Penyebar Islam di Jawa Barat
Sabtu, 05 September 2020 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menuju Makam Sunan Gunung Jati yang terletak di tingkat sembilan, Gus Jazil harus menapaki anak-anak tangga dan melewati sembilan pintu gerbang, yaitu Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Pasujudan, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararog, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai.
Di pusara makam Sunan Gunung Jati, Gus Jazil bersama keluarga memanjatkan doa dan tahlilan dengan khusyuk sekitar 90 menit.
Belum lama ini atau tepatnya saat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah, Kamis (20/8/2020), Gus Jazil juga melakukan napak tilas dengan berziarah ke sejumlah makam Waliyullah dan raja-raja Islam di Pulau Madura, Jawa Timur. Di antaranya ke Makam Syaikhina Kholil, Bangkalan, Makam Syech Batu Ampar Proppo, Pamekasan, Asta Tinggi atau makam para raja dan pejuang Islam di Sumenep.
Koordiantor Nasional Nusantara Mengaji itu mengatakan, ziarah ke makam-makam tokoh terdahulu, terutama tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara memang kerap dilakukannya sebagai upaya memberikan penghormatan sekaligus mencari berkah.
"Istilah orang Jawa itu 'ngalap barokah' atau mencari berkah. Ziarah ke makam para wali dan raja-raja Islam adalah juga bagian dari menggelorakan semangat Islam rahmatanlilalamin, Islam yang membangun peradaban, Islam yang membangun tradisi kebudayan," ujarnya.
Di pusara makam Sunan Gunung Jati, Gus Jazil bersama keluarga memanjatkan doa dan tahlilan dengan khusyuk sekitar 90 menit.
Belum lama ini atau tepatnya saat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah, Kamis (20/8/2020), Gus Jazil juga melakukan napak tilas dengan berziarah ke sejumlah makam Waliyullah dan raja-raja Islam di Pulau Madura, Jawa Timur. Di antaranya ke Makam Syaikhina Kholil, Bangkalan, Makam Syech Batu Ampar Proppo, Pamekasan, Asta Tinggi atau makam para raja dan pejuang Islam di Sumenep.
Koordiantor Nasional Nusantara Mengaji itu mengatakan, ziarah ke makam-makam tokoh terdahulu, terutama tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara memang kerap dilakukannya sebagai upaya memberikan penghormatan sekaligus mencari berkah.
"Istilah orang Jawa itu 'ngalap barokah' atau mencari berkah. Ziarah ke makam para wali dan raja-raja Islam adalah juga bagian dari menggelorakan semangat Islam rahmatanlilalamin, Islam yang membangun peradaban, Islam yang membangun tradisi kebudayan," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :