Siasat Raden Wijaya Pukul Mundur Pasukan Tartar Mongol yang Dikenal Tangguh
Selasa, 01 April 2025 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan Rakryan berhasil menghancurkan kapal-kapal Mongol. Kondisi ini membuat pasukan Tartar yang dipukul mundur kacau balau. Ditambah ancaman angin muson yang dapat membawa mereka pulang segera berakhir. Mereka pun terancam terjebak di Pulau Jawa untuk 6 bulan berikutnya.
Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. Armada pasukan Jawa berhasil menghalau pasukan Mongol berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat dari serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya dengan total 12.000-18.000 terbunuh.
Tak hanya itu, ada banyak pasukan Tartar yang ditawan, namun tidak diketahui jumlahnya. Sementara banyak kapal Mongol yang berhasil dihancurkan Rakryan Mantri Arya Adikara.
Beruntung kekesalan pasukan Mongol sedikit terobati usai mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya. Ini sebagai ungkapan rasa kesal dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya.
Jayakatwang sebelum dihukum mati di Pelabuhan Ujung Galuh sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.
Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. Armada pasukan Jawa berhasil menghalau pasukan Mongol berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat dari serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya dengan total 12.000-18.000 terbunuh.
Tak hanya itu, ada banyak pasukan Tartar yang ditawan, namun tidak diketahui jumlahnya. Sementara banyak kapal Mongol yang berhasil dihancurkan Rakryan Mantri Arya Adikara.
Beruntung kekesalan pasukan Mongol sedikit terobati usai mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya. Ini sebagai ungkapan rasa kesal dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya.
Jayakatwang sebelum dihukum mati di Pelabuhan Ujung Galuh sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.
Lihat Juga :