Kapten Muljono: Legenda Penerbang Tempur Indonesia yang Menggetarkan Nyali Penjajah
Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Seiring dengan pemindahan sekolah penerbang ke Maguwo, Yogyakarta, Muljono menunjukkan bakat luar biasa dalam mengendalikan pesawat.
Baca juga: Hans Hamzah, Intel TNI AD dan Ahli Kunci Keturunan Tionghoa yang Membobol Koper Atase Militer Portugal
Berkat ketekunan dan keahliannya, ia dipercaya untuk mengikuti berbagai latihan serta misi penting. Dedikasinya membuatnya menonjol di antara kadet lainnya, menjadikannya salah satu calon penerbang andalan AURI.
Pada 29 Juli 1947, Muljono bersama tim penerbang lainnya melaksanakan serangan udara terhadap basis militer Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga.
Misi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap Agresi Militer Belanda I. Menggunakan pesawat Cureng dan Guntei (bekas pesawat pembom ringan Jepang) mereka berhasil menyerang posisi Belanda meskipun dengan persenjataan terbatas.
Aksi ini menandai operasi udara pertama dalam sejarah AURI dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan udara yang mampu menghadapi penjajah.
Meski dampaknya secara militer tidak begitu besar, serangan tersebut memberikan efek psikologis yang signifikan terhadap Belanda serta meningkatkan semangat juang para pejuang Republik.
Pada 12 April 1951, Kapten Muljono gugur dalam kecelakaan pesawat saat melakukan demonstrasi udara dalam perayaan lima tahun AURI di Surabaya.
Baca juga: Hans Hamzah, Intel TNI AD dan Ahli Kunci Keturunan Tionghoa yang Membobol Koper Atase Militer Portugal
Berkat ketekunan dan keahliannya, ia dipercaya untuk mengikuti berbagai latihan serta misi penting. Dedikasinya membuatnya menonjol di antara kadet lainnya, menjadikannya salah satu calon penerbang andalan AURI.
Aksi Tempur Bersejarah
Pada 29 Juli 1947, Muljono bersama tim penerbang lainnya melaksanakan serangan udara terhadap basis militer Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga.
Misi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap Agresi Militer Belanda I. Menggunakan pesawat Cureng dan Guntei (bekas pesawat pembom ringan Jepang) mereka berhasil menyerang posisi Belanda meskipun dengan persenjataan terbatas.
Aksi ini menandai operasi udara pertama dalam sejarah AURI dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekuatan udara yang mampu menghadapi penjajah.
Meski dampaknya secara militer tidak begitu besar, serangan tersebut memberikan efek psikologis yang signifikan terhadap Belanda serta meningkatkan semangat juang para pejuang Republik.
Kecelakaan Tragis dan Warisan
Pada 12 April 1951, Kapten Muljono gugur dalam kecelakaan pesawat saat melakukan demonstrasi udara dalam perayaan lima tahun AURI di Surabaya.
Lihat Juga :